JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan langkah percepatan penanganan sampah dengan membuka titik-titik baru untuk pengolahan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto, menyebut saat ini terdapat empat lokasi yang tengah bersiap untuk menjalankan operasional pengolahan sampah.
“Setidaknya ada empat yang sudah bersiap. Ada yang baru set up alat, ada yang sudah test dan running dan bisa jalan,” kata Darto kepada Jabar Ekspres, belum lama ini.
Baca Juga:Pasar Kreatif 2025 Hadir di 8 Mal Kota Bandung, Libatkan 340 UMKM dan Perluas Dampak Ekonomi LokalHarga Beras di Jabar Naik Lagi, Pemerintah Malah Minta Warga Tak Panik
Dia mengatakan, percepatan pengolahan sampah ini merujuk pada tiga model penanganan yang sudah dikembangkan sebelumnya, yakni di Gedebage, Pasar Astana Anyar, dan pemukiman Bakul Agamis.
Tiga model itu, menurutnya bakal menjadi dasar optimisme DLH Kota Bandung dalam memperbesar kemampuan pengolahan sampah.
“Kalau dari tiga model yang sudah dikembangkan, satu model penanganan sampah di Gedebage, Pasar Astana Anyar, lalu model pengolahan sampah di pemukiman Bakul Agamis, kita optimis bisa menyelesaikan sampah,” ujarnya.
Darto menyebut suplai sampah ke tempat pengolahan saat ini menjadi persoalan baru. Pasar Astana Anyar misalnya, kini mengalami kekurangan suplai sampah. Kondisi ini juga terjadi di Gedebage.
“Mereka sudah kekurangan suplai. Sehingga ketika kita datang ke sana, kita sudah deteksi betul ada kekurangan suplai ke tempat pengolahan ke Astana Anyar. Ini sama dengan kejadian di Gedebage,” ujarnya.
Darto menyebut, beberapa titik pengolahan yang tengah dipersiapkan menggunakan berbagai teknologi, mulai dari sistem berbasis termal hingga RDF (refuse derived fuel).
Menurut dia, penguatan pengolahan sampah menjadi strategi untuk menekan timbulan sampah yang tidak terkelola. Pihaknya akan memperbesar kemampuan mengolah sampah dan menekan jumlah timbulan yang tidak terkelola.
Baca Juga:Hanya 28 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor Selama Januari–Juli, Dinkes: Masyarakat Sudah Lebih TahanKomisi B Soroti Kasus PT BDS, Tegaskan Tak Ada Keterlibatan Langsung Bupati Bandung
“Otomatis jika jumlah timbulan naik, angka yang tidak terkelola jadi turun. Sebab sampah termakan sama kita, diolah seperti tadi itu,” pungkasnya.
Reporter: Muhamad Nizar
