Harga Pangan Pokok di Bandung Cenderung Stabil Meski Cabai dan Bawang Merah Naik

Ilustrasi : bawang merah, jadi salah satu bahan pangan pokok yang alami kenaikan di Kota Bandung, (Jabarekspre
Ilustrasi : bawang merah, jadi salah satu bahan pangan pokok yang alami kenaikan di Kota Bandung, (Jabarekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Menjelang peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB), Pemerintah Kota Bandung memastikan bahwa kondisi harga kebutuhan pokok masyarakat relatif stabil di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin kepada awak media, Jumat (1/8/2025).

Menurut Ronny, hingga awal Agustus 2025, pasokan bahan pokok strategis seperti beras masih dalam kondisi aman dan harga di pasaran belum menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan. Ia menyebut, meski terdapat tekanan terhadap beberapa komoditas tertentu, secara umum stabilitas harga masih dapat dikendalikan.

“Alhamdulillah, untuk beras saat ini pasokan masih terjaga dengan baik. Tidak ada gejolak harga yang berarti, baik dari sisi distribusi maupun stok di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga:6 Rumah Warga di Ciawi Bogor Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting ListrikFestival Layangan di Girimukti, Upaya Kolektif Jauhkan Anak dari Gadget

Namun, Ronny mengakui bahwa beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, terutama cabai dan bawang merah. Kenaikan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca, gangguan distribusi dari daerah produsen, serta fluktuasi permintaan yang biasa terjadi menjelang momen perayaan atau hari besar.

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan signifikan adalah bawang merah kristal. Harga di pasaran yang sebelumnya berkisar Rp47.500 per kilogram kini melonjak menjadi sekitar Rp55.000 per kilogram. Cabai rawit dan cabai merah besar pun menunjukkan tren serupa, meskipun belum mencapai tingkat yang dikhawatirkan akan menekan daya beli masyarakat secara luas.

“Memang ada sedikit kenaikan pada beberapa komoditas, tapi sejauh ini masih dalam batas wajar dan stok di pasar tetap tersedia,” ujar Ronny.

Untuk memastikan kestabilan harga dan pasokan, Disdagin Kota Bandung secara rutin melakukan pemantauan dan inspeksi langsung ke berbagai pasar tradisional, seperti Pasar Kosambi, Pasar Sederhana, dan Pasar Ciwastra. Pemantauan ini dilaksanakan setiap hari Kamis, sebagai upaya antisipatif dalam menjaga ketersediaan barang dan mencegah praktik penimbunan.

Ronny juga menyampaikan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), dalam hal kebijakan cadangan pangan. Salah satu agenda strategis yang menjadi fokus ke depan adalah penguatan infrastruktur penyimpanan dan pengelolaan stok bahan pokok melalui pengembangan gudang pangan daerah.

0 Komentar