JABAR EKSPRES – Mesin pengolahan sampah di tempat pengolahan sampah (TPS) Astanaanyar, diakui masih kekurangan suplai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto menyebut, temuan itu berdasarkan hasil peninjauan pihaknya.
“Kami sudah deteksi betul ada kekurangan suplai ke tempat pengolahan ke Astanaanyar. Ini sama dengan kejadian di Pasar Gedebage,” ujar Darto saat dikonfirmasi Jabar Ekspres, Kamis (31/7).
Baca Juga:Diguyur Hujan Dua Hari, Rumah Warga di Muktisari Banjar Ambruk Dini HariLima Bulan Tertunda, Pemkot Bogor Desak Kemenhub Percepat Penanganan Longsor Jalan Saleh Danasasmita
Diketahui, teknologi yang digunakan di TPS Astanaanyar adalah termal, yang tidak menghasilkan asap beracun maupun bau menyengat. Residu dari proses ini masih bisa dimanfaatkan kembali.
TPS tersebut mampu mengolah sekitar 5 ton sampah per hari, mayoritas dari sampah organik pasar. Kendati suplai sampah dininali masih kurang, dirinya optimis dengan progres mesin berbasis teknologi termal ini.
“(Tentu, red) kami optimis bisa menyelesaikan masalah sampah. Isunya adalah di biaya dan waktu,” tandasnya.
Sementara itu, saat mengunjungi TPS Pasar Astanaanyar, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain menyatakan, proses pengolahan di lokasi tersebut sudah berjalan baik.
“Setelah kami lihat langsung, sistemnya sudah berjalan. Hasilnya juga sangat positif karena tidak ada bau, dan semua lininya tertampung dengan baik,” sambung Zul.
Namun perihal kekurangan suplai, pihaknya meminta masyarakat turut berpartisipasi dalam pengolahan sampah tersebut. Di antaranya dengan koordinasi yang melibatkan kewilayahan.
“Saat ini justru kekurangan suplai. Karena itu saya minta camat dan lurah untuk mengajak warga sekitar berpartisipasi. Sampah dari lingkungan bisa dimanfaatkan agar alat ini bekerja maksimal dan lingkungan pun jadi lebih bersih,” pungkasnya.
Reporter: Muhamad Nizar
