Lima Bulan Tertunda, Pemkot Bogor Desak Kemenhub Percepat Penanganan Longsor Jalan Saleh Danasasmita

Lima Bulan Tertunda, Pemkot Bogor Desak Kemenhub Percepat Penanganan Longsor Jalan Saleh Danasasmita
Pemkot Desak Percepatan Penanganan Longsor Saleh Danasasmita
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendesak percepatan penanganan longsor di Jalan Saleh Danasasmita, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan.

Desakan ini ditujukan kepada Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Bandung di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sebagai pihak yang berwenang.

Lokasi longsor yang terjadi sejak 4 Maret 2025 itu berada dalam tanggung jawab BTP Kelas I Bandung. Namun hingga kini, proses penanganannya masih berlangsung lambat, memicu keluhan dari warga sekitar dan pemerintah daerah.

Baca Juga:Tegas! Hansi Flick Pastikan Ronald Araujo Tak Akan Tinggalkan BarcelonaSaddil Optimistis Songsong Musim Baru, Persib Siap Tancap Gas di Super League Indonesia 2025/2026

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa masyarakat sudah terlalu lama menunggu kepastian perbaikan infrastruktur tersebut.

“Pemkot berkesimpulan sampai dengan saat ini bahwa perlu ada dorongan dari Kemenhub agar penanganan proyek strategis nasional Batutulis ini lebih diperhatikan dan juga ditangani dengan baik,” kata Dedie Rachim saat meninjau perbaikan longsor di Jalan Saleh Danasasmita, Kamis (31/7/2025).

Lambatnya penanganan selama hampir lima bulan dinilai sangat merugikan warga, terutama dari segi mobilitas dan aksesibilitas. Istana Batutulis serta fasilitas publik di sekitarnya turut terdampak.

Pemkot mendorong agar jalur tersebut segera diperbaiki, termasuk membuka akses jalan sementara untuk kendaraan roda dua yang ditargetkan bisa digunakan pada akhir Agustus 2025.

“Ini sudah terlalu lama, kita sudah melihat lokasi di lapangan tidak bisa menunggu terlalu lama lagi, masyarakat membutuhkan akses. Kemudian kita juga masih melihat ada potensi-potensi kerawanan bencana kalau penangananya tidak serius,” tegasnya.

Selain mendesak percepatan, ia juga menekankan pentingnya antisipasi bencana melalui pembangunan tebing penahan tanah (TPT) yang kokoh. Pemkot bersama Dinas PUPR dan Disperumkim telah mengidentifikasi titik-titik rawan longsor tambahan di sekitar lokasi.

Pemkot juga akan menyurati BTP Kelas I Bandung untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja memadai dan pemenuhan standar keselamatan kerja seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) di lokasi proyek.

Baca Juga:Tanpa Bus, Tetap Seru! Walking Tour Ala SMPN 8 Cimahi Kenalkan Sejarah LokalSambut HUT RI ke-80, Bupati Bogor Ajak Warga Hiasi Lingkungan dengan Nuansa Merah Putih

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menjelaskan bahwa pihaknya mulai menyiapkan pembangunan jalan sementara menyusul surat dari BTP yang menyatakan bahwa kondisi sudah aman.

“Kemarin sudah mendapat surat dari Balai Perkeretaapian menyampaikan bahwa kondisi sudah aman tapi kalau kalau dilihat dari kondisi ini kita lihat sama-sama juga kita masih deg-degan, sambil kita berupaya meminimalkan terkait dengan kejadian. Tapi yang jelas, kita ingin menindaklanjuti surat tersebut bahwa posisi TPT aman, akses kendaraan bisa mulai dibuat,” ujarnya.

0 Komentar