Mengubah Keresahan Menjadi Aksi, Revi Nur Ridwan Berhasil Wujudkan Bimbel Berkualitas "Tutor Nomor 1"!

Mengubah Keresahan Menjadi Aksi, Revi Nur Ridwan Berhasil Wujudkan Bimbel Berkualitas Spesialis Anak
Mengubah Keresahan Menjadi Aksi, Revi Nur Ridwan Berhasil Wujudkan Bimbel Berkualitas Spesialis Anak Tutor Nomor 1 (foto: Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dalam dunia pendidikan yang semakin kompetitif dan cepat berubah, kehadiran lembaga bimbingan belajar (bimbel) yang berkualitas dan terjangkau sangat dibutuhkan. Namun, di tengah maraknya lembaga bimbingan belajar (bimbel) dengan biaya selangit, banyak kalangan menegah ke bawah yang sulit untuk mengikuti kelas bimbingan belajar.

Tapi, stigma tersebut berhasil dipatahkan oleh Revi Nur Ridwan seorang Dosen yang mengajar di salah satu Universitas Swasta, dan sekaligus pendiri bimbel Tutor Nomor 1, bahwa mimpi akan pendidikan berkualitas dan terjangkau bisa menjadi kenyataan.

Lembaga bimbingan belajar online yang ia dirikan, telah menjadi rumah belajar bagi lebih dari 2.000 siswa hanya dalam waktu tiga tahun. Tak hanya berdampak pada siswa, lembaga ini juga telah membuka lapangan pekerjaan bagi puluhan tenaga pendidik dan staff dari berbagai daerah.

Baca Juga:Lewat Program Finance Meets Wellness, Jenius Ajak Masyarakat Melek Manage Keuangan dengan Baik di Tengah Gejolak Ekonomi Sekarang!IFBC 2025 Siap Hadirkan Ratusan Peluang Usaha Lokal dan Kolaborasi Berbagai Komunitas di Bandung!

Kisah perjalanan Revi dimulai dari semangat mandiri di bangku kuliah. Saat masih menjadi mahasiswa semester dua di UIN Bandung, ia mulai mencari cara untuk bisa mandiri secara finansial. Bermodalkan semangat, ia berjualan sepatu, jaket, hingga kemeja baik secara online maupun offline. Tak hanya itu, Revi juga mulai mengajar les privat Bahasa Inggris ke rumah-rumah dan ke bimbel-bimbel.

“untuk menunjang segala kebutuhan kuliah, organisasi, dan gaya hidup, saya bertekad mandiri dengan berjualan dan mengajar privat. Dari hasil usaha inilah saya bisa membiayai segala kebutuhan kuliah, bahkan sampai membeli motor baru sendiri. Pengalaman ini memperkuat pemahaman saya tentang pentingnya pendidikan dan kemandirian finansial,” ungkap Revi saat ditemui langsung di salah satu café di Bandung.

“Terus karena kuliahnya Pendidikan Bahasa Inggris, saya juga ngajar privat ke rumah-rumah dan ke bimbel-bimbel. Ini saya tekuni terus sampai lulus S1,” lanjutnya.

Setelah lulus, Revi meniti karier di tiga perusahaan besar di sektor Pendidikan sambil melanjutkan studi S2 di Jakarta. Di sinilah ia melihat sesuatu yang mengusik nuraninya terkait kualitas bimbel yang tinggi sering kali hanya bisa diakses oleh kalangan menengah ke atas.

0 Komentar