Menelisik Kampung Anggur di Jantung Kota Cimahi

Menelisik Kampung Anggur di Jantung Kota Cimahi
Kampung Anggur Rosela di jantung Kota Cimahi. (Foto/Firman Satria)
0 Komentar

Di tengah keterbatasan lahan dan tantangan cuaca, Kampung Anggur Rosela membuktikan bahwa kemandirian ekonomi dapat tumbuh dari kebun kecil di sudut kota.

Tak hanya memanen buah, tetapi juga semangat kolaborasi, kearifan lokal, dan keberdayaan perempuan Cimahi.

“Dulu sempat kita bikin stand di sini. Kalau ada bazar, Pemkot suka pesan ke kita. Produksinya dibagi, ada yang bikin dimsum, keripik, es lumut, semua ibu-ibu anggota KWT,” ungkap Nurfitri.

Baca Juga:Disdik Cimahi Larang Study Tour Komersial, Dorong Walking Tour Gratis untuk Cintai Sejarah KotaDedie Rachim Dorong PKK Kawal Program Prioritas Kota Bogor

Sementara itu, menurut Pengelola Kampung Anggur Rosela, Zulkifli (58) menuturkan ide awal lahir dari inisiatif Ketua RT setempat pada 2022. Tanaman anggur dipilih karena dianggap memiliki nilai ekonomi tinggi dan cocok untuk kawasan permukiman.

Dukungan pun datang dari Pemerintah Kota Cimahi, termasuk saat panen pertama yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Cimahi kala itu, Dikdik S Nugrahawan.

“Intinya ya, dapat sambutan dari Pemkot. Warga juga mendukung. Berdirilah Kampung Anggur,” katanya.

Saat ini, lahan Kampung Anggur meliputi beberapa kebun kecil dan gang-gang sekitar. Ada 14 lokasi untuk kebun utama, ditambah sekitar enam hingga tujuh titik lain untuk pembibitan yang tersebar hingga 100 meter dari area utama.

Namun, Zulkifli menegaskan bahwa yang menantang bukan panennya, melainkan proses perawatan. Karena, buah anggur sendiri paling sulit.

“Harus intensif dari awal sampai berbuah, terutama untuk urusan hama dan pemupukan,” terangnya.

Bibit anggur dijual dengan harga variatif tergantung jenisnya. Paling murah jenis Jupiter sekitar Rp100.000 per bibit. Penjualan dilakukan secara berkelompok demi menjaga kualitas dan tanggung jawab kepada pembeli.

Baca Juga:Peneliti Sebut Keanggotaan Indonesia di OECD Dinilai Strategis untuk Tingkatkan Ekonomi Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Gagas Gerakan Industri Masuk Desa 

“Kita sering dapet keluhan, ada yang beli online ternyata asem. Nah kalau dari kita, bisa langsung dikasih nomor WA, bisa dipantau sampai berbuah,” jelas Zulkifli.

Hingga kini, Kampung Anggur Rosela telah mengembangkan sekitar 20 jenis anggur dari total koleksi 54 jenis. Warna dan rasa beragam, seperti merah, ungu, hijau, hingga hitam.

Buah segar juga tersedia untuk pengunjung yang ingin langsung petik di kebun dengan harga Rp100.000 per kilogram.

Produk Kampung Anggur Rosela pernah dikirim hingga Gorontalo dan Makassar. Selain menarik pengunjung dari berbagai komunitas, kawasan ini juga menjadi contoh sinergi antara warga, kreativitas, dan dukungan pemerintah. (Mong)

0 Komentar