“Beberapa orangtua korban memutuskan untuk melaporkan ke Polda Jabar dan ada juga orangtua korban lain, yang didampingi oleh pengacara (penasihat hukum/PH) untuk menuntut sekolah,” pungkasnya.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kepala SMAT KN Bandung, Encang Iskandar, sampai berita ini ditayangkan masih belum memberikan keterangan resmi. (Yanuar Baswata)
