Pemkot Bogor Berikan Izin Resmi untuk Tampil di Ruang Publik, Ini Respon Musisi Jalanan!

Pemkot Bogor Berikan Izin Resmi untuk Tampil di Ruang Publik, Ini Respon Musisi Jalanan!
Musisi Jalanan, Edo, saat ditemui di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor. Foto: Regi
0 Komentar

Menurut Edo, para musisi jalanan yang mengais nafkah pada angkot terpaksa karena perihal perekonomian dan tidak adanya pekerjaan.

“Kalau menurut saya ya mungkin ada yang berhubung juga ada yang terpaksa karena perekonomian, terus karena pekerjaan mereka engga ada jadi mereka turun ke jalan,” ujarnya.

“Sebenarnya sih mereka gak mau turun ke jalan. Tapi karena terpaksa, mereka engga ada ini pekerjaan. Jadi makanya ngamen, seperti itu,” lanjut dia.

Baca Juga:Pemkot Cimahi Soroti Ketegasan Aturan Lalu Lintas Imbas Portal Pembatas Jembatan Roboh Usai Ditabrak Truk Dijadikan Gudang Penyimpanan, Polisi Temukan 1,2 Juta Obat Keras Terlarang di Cibaduyut 

Ia mengungkapkan, memiliki minat untuk ikut penyeleksian dari pihak Pemkot Bogor. Hal itu ia lakukan, untuk menghidupi anak dan dirinya.

Sebagai informasi, Edo telah bercerai dengan istrinya. Ia dikaruniai dua orang anak. Satu anak dibawa oleh mantan istrinya ke Subang, dan satu lagi dititipkan ke orang tua Edo yang berada di Serang.

Edo membanting tulang agar sang anak tidak turun ke jalan mengikuti jejek dirinya.

“Iya buat ngirim, ya anak jangan sampai turun ke jalanlah seperti kayak saya, cukup bapaknya aja,” ucap dia.

Lebih jauh, ia mengungkapkan, pendapatan sebagai musisi jalanan lebih banyak saat dahulu dibanding saat ini. Bahkan, dia mengaku, bisa memperoleh Rp 200 ribu dalam dua hingga tiga jam saat itu.

Dia menambahkan, saat ini untuk memperoleh Rp 50 ribu saja perlu memerlukan waktu sampai setengah hari.

“Cuman sekitar 2 jam 3 jam Itu dulu tuh awal-awal. Kalau sekarang boro-boro, sejam aja nyari gocap aja susah paling nyampe setengah harian saya dapet gocap,” ungkapnya.

Baca Juga:Tak Cuma Perempuan, Anak Lelaki Juga Jadi Target Kekerasan! Ini Langkah Taktis Pemkot CimahiSidak Beras Oplosan di Sejumlah Ritel, Satgas Pangan Polda Jabar Temukan Bahan Pokok Tak Miliki Izin Edar

Kendati begitu, Edo mengerti para penumpang yang ada di angkot bahwasannya mereka juga sedang susah dalam memperoleh rezeki. Maka dari itu, ia tidak pernah memaksa mereka untuk memberi.

“Jangankan untuk kita ya, untuk mereka (penumpang angkot) aja juga sulit mungkin ya saya rasa gitu kan, karena mereka juga pasti banyak kebutuhan,” jelasnya.

Kemudian, ia berharap, Pemkot Bogor yang sudah berani untuk beradaptasi dengan para musisi jalanan adalah sesuatu yang baik.

“Bagus, kalau untuk mengajak pengamen buat dari program pemerintah, bagus kata saya, jadi sesuai dari solusinya ya mau gitu beradaptasi dengan pengamen,” jelasnya.

0 Komentar