Pemprov Jabar Bantah Isu Kebocoran 4,6 Juta Data Warga, Sebut Klaim Tidak Valid

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) bantah adanya pembobolan data 4,6 juta data pribadi warga Jawa Barat. U
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) bantah adanya pembobolan data 4,6 juta data pribadi warga Jawa Barat. Unsplash/Mika Baumeister.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) merespons tudingan kebocoran data pribadi milik 4,6 juta warga yang mencuat di media sosial.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Adi Komar, menegaskan bahwa klaim tersebut tidak sesuai dengan fakta dan telah melalui proses validasi.

“Berdasarkan hasil penelusuran dan verifikasi yang kami lakukan, kami memastikan bahwa klaim kebocoran data yang dikelola Pemprov Jabar tidak benar,” ujar Adi, dikutip dari JPNN, Senin (28/7/2025).Adi menegaskan, data yang disebutkan—berisi nama lengkap, alamat, dan Nomor Induk Kependudukan (NIK)—tidak berasal dari sistem yang dikelola oleh Pemprov Jabar.

Baca Juga:Yusuf Ridwan Dilantik jadi DPRD Jabar, Kekuatan Fraksi PPP Bertambah

Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen menjaga keamanan informasi dan kepercayaan publik melalui penguatan sistem digital dan peningkatan literasi keamanan data di internal pemerintahan.

“Kami terus memperkuat sistem keamanan informasi untuk menghadapi berbagai potensi ancaman digital, termasuk klaim-klaim yang belum tentu berdasar valid seperti yang beredar saat ini,” tambahnya.

Adi juga mengimbau masyarakat untuk lebih kritis dan bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial, terutama yang belum jelas sumbernya.

“Jika masyarakat menemukan informasi yang meragukan, sebaiknya segera dikonfirmasi ke instansi yang berwenang,” pungkasnya. Biro Pemotda Jabar: Nama Dicatut, Kami Tak Kelola Data Warga

Klarifikasi juga disampaikan oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (Pemotda) Jabar, Faiz Rahman, yang meminta agar lembaganya tidak dikaitkan dalam isu ini. Ia menegaskan bahwa Pemotda Jabar tidak memiliki kewenangan ataupun peran dalam pengelolaan data pribadi masyarakat.

“Kami hanya dicatut namanya dalam unggahan tersebut. Biro Pemotda tidak mengumpulkan atau mengolah data identitas masyarakat,” tegas Faiz, seperti dilansir Antara News, Senin (28/7/2025). Awal Mula Dugaan: Unggahan Anonim di Platform X

Isu kebocoran data ini mencuat dari sebuah unggahan akun anonim bernama DigitalGhostt di platform X (Twitter) pada Kamis, 10 Juli 2025 pukul 16.33 WIB. Dalam unggahannya, akun tersebut mengeklaim memiliki data pribadi milik 4,6 juta warga Jawa Barat dan mempertanyakan sistem keamanan siber Indonesia.

Baca Juga:Terjatuh di Puncak Mega Gunung Puntang, 2 Remaja Berhasil Dievakuasi Tim SARFadli Zon: Impor Gandum Ancam Budaya Pangan Lokal

“Hello Indonesian people (especially the people of West Java), could your personal data be in my possession? Where is the cyber defense? Is it asleep on a pile of money?”

0 Komentar