”Sampah ini bisa jadi masalah besar kalau dibiarkan. Makanya kami hadir, agar sampah bukan lagi masalah, melainkan menjadi berkah,” ujarnya.
Tujuan utama program ini adalah menanamkan tanggung jawab kolektif, dimulai dari para santri, agar budaya bersih menyebar hingga ke masyarakat sekitar pesantren. ”Program ini juga fokus pada pelatihan pengelolaan dan pemanfaatan sampah secara berkelanjutan,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Perwakilan Coklat Kita DSO Bandung Barat, Farid Fauzan Adima menjelaskan, pemilihan Pesantren Miftahul Hasanah Al-Musri, selain berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, karena pesantren ini juga sudah sering ikut terlibat dalam program Coklat Kita.
Baca Juga:Peringati Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-382 Tahun, Coklat Kita Kembali Helat Napak Jagat Pasundan Lewat Tajuk Guyub Milaku SauyunanSukses Digelar, Super Chess Series III Diharapkan jadi Pintu Pembuka Ajang Kejuaraan Catur Bertaraf Internasional
”Pesantren ini memiliki jumlah santri yang besar, sekitar 500 orang, serta akses yang mudah dijangkau di wilayah Bandung Barat. Pesantren ini cukup representatif untuk wilayah Cililin,” ujar Farid.
Sementara itu, Dewan Pimpin Ponpes KH. Muhammad Iyadullah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Coklat Kita. Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari ajaran Islam dan sudah sepatutnya dijadikan kesadaran bersama.
”Kebersihan itu sebagian dari iman. Tapi seringkali hanya diucapkan, belum dijalankan. Nah, lewat program ini, semoga bisa benar-benar diwujudkan,” ucapnya.
Dia mengatakan, Pesantren Miftahul Hasanah Al-Musri dirikan sejak tahun 1992 dan telah mencetak lebih dari 1.000 alumni yang kini sudah menyebar hingga ke luar daerah, bahkan ada yang mendirikan lembaga pendidikan di Medan dengan 500 siswa.

Meski program ini baru berjalan, pihak pesantren berharap ada kelanjutan berupa pelatihan-pelatihan lebih mendalam. Coklat Kita juga mengonfirmasi bahwa kegiatan ini bukanlah kunjungan sesaat.
”Program Silatusantren ini memiliki banyak manfaat untuk masyarakat wabil khusus untuk kemanfaatan di lingkungan pondok pesantren kami,” terangnya.
”Kami ucapkan terimakasih pada Coklat Kita yang peduli atas kebersihan, memang menjaga kebersihan itu kewajiban kita bersama,” sambungnya.
Baca Juga:Coklat Kita Ngabuburit 2025: Lepas Rindu Sobat Padi Subang Terbayarkan
Ia mengaku, sebelum mengikuti program Silatusantren, pihaknya belum mendapatkan pemahaman dan keterampilan mengelola dan mengolah sampah yang baik.
”Jadi cuma bisa dikatakan tapi belum bisa dikerjakan. Alhamdulillah dengan ada program dari Coklat Kita yang mana di tema silaturahmi berkesan di Pondok Pesantren,” tutupnya. (adv)
