JABAR EKSPRES – Super Chess Series III National Tournament yang digelar hasil kolaborasi antara Superchallenge dan pengurus inti Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jawa Barat sukses digelar.
Antusias peserta dalam turnamen yang digelar pada 19–20 Juli 2025 di PISET Square Lantai 1, Jalan Pelajar Pejuang 45 No. 119, Kota Bandung itu cukup tinggi.
Hal itu dapat dilihat dari jumlah peserta yang ikut dalam kejuaraan tersebut. Sedikitnya, 520 peserta baik professional atau non-professional ikut bagian dalam event itu.
Baca Juga:PECAH! SUPERMUSIC ‘Kecil Tapi Party’ Jilid 3 Guncang Soreang, Ribuan Penonton Getarkan Stadion SJH PDGI Jabar dan FKG Unjani Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gigi dan Mulut di Pasir Langu Bandung Barat
Berbeda dengan Super Chess Series I dan II, selain hadiah dan peserta yang lebih banyak, pada Super Chess Series III yang memperebutkan total hadiah Rp150 juta itu, panitia secara khusus memberi kesempatan kepada para mahasiswa, atau pecatur kampus non master untuk ikut bagian dan mengharumkan almamaternya.
Super Chess Series III National Tournament sendiri dibagi dalam dalam empat kategori yakni; Open Class, 18+ Class, Veteran Class, serta College Group Class dengan menggunakan format pertandingan sistem Swiss dengan kontrol waktu 10 menit + 5 detik per langkah.
Ketua Panitia Pelaksana Super Chess Series III, H. Soleh Subari mengatakan, hal baru dalam penyelenggaraan Super Chess kali ini adalah adanya kategori antar kampus. Sedikitnya ada 25 Perguruan Tinggi atau Universitas yang ikut bagian dalam event ini.
”Total (peserta) ada 520 orang. Kategori Open diikuti sekitar 280-an orang, Veteran 70 orang, U-18 s 54 orang, dan kategori Beregu Mahasiswa melibatkan 120 mahasiswa dari 25 kampus,” kata H. Soleh disela-sela kegiatan.
”Untuk kategori antarkampus, ada Universitas Brawijaya, UIN Bandung, UGM, UPI dan masih banyak lagi. Pokoknya 10 besar Universitas di Indonesia ikut dalam ajang ini,” imbuhnya.
H. Soleh mengatakan, Super Chess Series III bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan yang membuka kesempatan luas bagi para pecatur muda, baik dari komunitas maupun lingkungan akademik.
”Khusus yang antar perguruan tinggi, satu tim terdiri dari empat orang dengan satu peserta master nasional dan tiga lainnya pecatur biasa atau bukan master nasional,” terangnya.
