Dampak Larangan Study Tour Dedy Mulyadi Bikin Pelaku Usaha Travel Menjerit

Dampak Larangan Study Tour Dedy Mulyadi Bikin Pelaku Usaha Travel Menjerit
Sejumlah pelaku usaha travel lakukan demo terkait kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal larangan Study Tour.
0 Komentar

Namun, tanpa dukungan kebijakan yang lebih luas seperti investasi pada infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM, serta regulasi ketat terkait transportasi wisata, larangan ini berisiko hanya menjadi aturan tanpa dampak nyata.

“Kami sadar bahwa masih ada kegiatan study tour yang kurang relevan dengan tujuan pendidikan. Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh anggota kami untuk lebih fokus pada wisata edukatif dan meningkatkan standar keselamatan di destinasi masing-masing,” kata Taufik.

Menurutnya, kebijakan ini juga harus dibarengi dengan upaya kolaboratif antara pemerintah, praktisi industri, dan akademisi untuk menciptakan ekosistem wisata yang lebih baik.

Baca Juga:Tragis! Remaja 14 Tahun Meninggal Dunia Usai Dilempari Batu Saat Konvoi Motor di BanjarInspiratif! Aban Sudrajat Ajak Pemuda Cigombong Jaga Alam Lewat Gerakan Leweung Hejo

“PUTRI memiliki potensi besar dalam mendukung visi pemerintahan baru Jabar Istimewa. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi yang intensif antara semua pemangku kepentingan untuk mencapai dampak yang diharapkan,” pungkasnya.

Dukung Pariwisata tapi Tidak Kapitalisasi Piknik Dibungkus Study Tour

Dalam kesempatan itu, Sekda Herman menegaskan bahwa Pemprov Jabar juga sepakat untuk mengembangkan sektor pariwisata. Namun caranya harus dengan langkah yang baik. “Tidak dengan mengkapitalisasi piknik dibungkus study tour,” jelasnya.

Herman melanjutkan, pengembangan sektor pariwisata itu bisa dengan berbagai upaya dalam membangun ekosistem pariwisata. Komitmen itu juga telah dilakukan Pemprov Jabar maupun Gubernur Dedi Mulyadi.

Misalnya sikap tegas dalam mengendalikan alih fungsi lahan di Jabar. Pemprov ingin hutan-hutan di Jabar terjaga dan lingkungan juga dijaga agar lestari.

“Kelestarian lingkungan ini kan juga ruh pariwisata. Kami sepakat bahwa pariwisata harus maju,” cetusnya.(zar/yan/son)

Reporter: Muhammad Nizar/Hendrik Muchlison

0 Komentar