JABAR EKSPRES – Aplikasi penghasil uang terbaru bernama AdMedia, yang rilis pada 18 Juli 2025 langsung menarik perhatian banyak orang. Jika awalnya aplikasi ini merupakan aplikasi kerja paruh waktu dengan tugas nonton video biasa, ternyata ada peluang investasi didalamnya.
Banyak yang menyebut aplikasi ini sangat rekomended di sosial media, karena hanya dengan investasi modal ringan bisa menghasilkan profit hingga jutaan rupiah. Ditambah lagi hasil dari mengerjakan tugas juga cukup besar.
Tapi apakah aplikasi ini aman untuk digunakan? apalagi untuk berinvestasi, jangan-jangan aplikasi ini Ponzi atau penipuan?
Baca Juga:Aplikasi NW Sport Investasi Gym di Banyak Negara, Benarkan Sehat, Aman dan Menguntungkan? Dukung Cakap Digital Bagi Pendidik, Telkom Gelar Indonesia Digital Learning
Kita akan coba mengulik dan mencari fakta, apakah aplikasi ini termasuk ponzi atau bukan. Kita bisa melihat dari beberapa hal yang membedakannya dengan ponzi.
1. Cara Daftar
Dari cara pendaftaranya ada beberapa hal yang sama dan berbeda dengan aplikasi ponzi, untuk mengakses ke website, dibutuhkan undangan khusus dari member lama, hal ini sama persis dengan aplikasi ponzi.
Namun setelah berhasil masuk ke websitenya, untuk mendaftar di aplikasi ini tidak seperti aplikasi ponzi biasa yang sangat dipermudah pendaftarannya, di aplikasi ini kamu akan bertemu banyak kolom yang harus diisi. diantaranya :
– Memasukkan kode undangan – Mengisi username, dengan huruf kecil semua minimal 6 karakter – Menambahkan alamat email – Mengisi Nama Negara – Mengisi nomor telepon atau WA – Memasukkan kata sandi – Konfirmasi kata sandi
Lucunya, meski semua kolom harus diisi, ternyata mengisi dengan alamat email palsu juga tetap bisa masuk untuk mendaftar.
2. Cara Kerja
Cara kerja aplikasi ini untuk menghasilkan uang adalah dengan menonton video pendek. Untuk level magang, diwajibkan menonton 4 video, dan satu videonya dihargai Rp4.000 sehingga sehari bisa menghasilkan Rp20.000.
Namun saldo ini tidak bisa diambil atau di WD, karena penarikan hanya bisa dilakukan oleh karyawan yang levelnya minimal K1.
Baca Juga:Bidik Jamaah Muda, My Hidayah Tour & Travel Launching Cabang Baru di BandungIstighosah Kubro Harlah PKB, H Cucun : Kiprah PKB Harus Dirasakan Masyarakat
Untuk menjadi karyawan K1 harus membayar kontrak sebesar Rp300.000, di mana nantinya akan mendapatkan 3 tugas harian untuk dikerjakan yang bisa menghasilkan profit besar.
3. Profit Tambahan
Jika ingin profit lebih besar bisa membeli level karyawan yang lebih mahal. Semakin tinggi levelnya semakin mahal harganya namun semakin tinggi pula keuntungannya.
