Berbeda dengan Pak Pong yang buka pagi hingga malam, Pak Bari justru baru buka sekitar pukul 18.30 hingga tengah malam. Ini menjadi pilihan tepat untuk kamu yang mencari makan malam khas Jogja yang lezat, dengan sate yang disajikan bersama kuah tongseng yang mantap dan khas.
Daging kambing yang digunakan empuk dan dibakar dengan pas, menghasilkan aroma bakaran yang menggoda. Rasanya gurih dan asin, cocok untuk kamu yang suka cita rasa otentik.
Untuk harga satu porsi sekitar Rp27.000, sangat terjangkau untuk rasa dan pengalaman kuliner yang ditawarkan.
Baca Juga:Resep Sate Maranggi Ala Chef Devina Hermawan yang Empuk Sempurna Walau Tanpa PengempukSate Khas Abah Asli Hadirkan Cita Rasa Otentik yang Disukai para Artis
3. Sate Klathak Mak Adi
Jika kamu mencari tempat makan sate klathak yang sedikit lebih tenang dan nyaman, maka Sate Klathak Mak Adi bisa menjadi pilihan ideal. Lokasinya berada di Jl. Imogiri Timur KM 9, Jati, Wonokromo, Bantul, tidak terlalu jauh dari pusat kota Jogja.
Berdiri sejak tahun 1995, warung Mak Adi menyajikan sate klathak dengan ciri khas bumbu minimalis seperti tempat lain, namun dengan teknik pemanggangan yang membuat tekstur dagingnya sangat empuk. Daging yang digunakan adalah kambing muda, sehingga hasilnya tidak alot dan mudah dinikmati oleh siapa pun, termasuk yang kurang terbiasa dengan daging kambing.
Selain cita rasa, daya tarik lainnya adalah suasana warungnya yang nyaman dengan area lesehan dan gazebo, cocok untuk makan bersama keluarga atau teman-teman. Harga satu porsi sate klathak di sini sekitar Rp22.000, membuatnya menjadi pilihan paling ekonomis di antara ketiganya. Jam buka cukup panjang, mulai pukul 10.00 hingga 01.00 WIB dini hari.
Cita Rasa Khas dan Unik: Sederhana Namun Menggoda
Sate klathak memang dikenal karena kesederhanaannya. Tidak menggunakan banyak bumbu, justru rasa asli daging kambing yang menjadi bintang utama.
Penggunaan jeruji sepeda sebagai tusuk sate bukan hanya menjadi ciri khas, tetapi juga berfungsi menghantarkan panas secara merata hingga ke dalam daging.
Biasanya sate klathak disajikan bersama kuah gulai, tongseng, atau nasi putih hangat. Beberapa tempat juga menawarkan tambahan seperti sate ati, tengkleng, hingga minuman khas warung tradisional seperti es jeruk, teh hangat, dan kopi tubruk.
