Kapal Bantuan ke Gaza 'Handala' Hilang Kontak, Diduga Dicegat di Tengah Laut

Kapal Bantuan ke Gaza \'Handala\' Hilang Kontak, Diduga Dicegat di Tengah Laut
Ilustrasi kapal kargo (SUMBER FOTO: Freepik/tawatchai07)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Koalisi Freedom Flotilla Coalition (FFC) melaporkan bahwa mereka telah kehilangan seluruh komunikasi dengan kapal bantuan kemanusiaan bernama Handala, yang sedang dalam perjalanan menuju Gaza untuk menembus blokade yang diberlakukan oleh Israel.

“Semua komunikasi dengan awak kapal ‘Handala’ telah terganggu,” tulis FFC dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui kanal Telegram pada Kamis (25/7).

Mereka juga menyebut keberadaan beberapa drone di sekitar lokasi kapal, yang mengindikasikan kemungkinan adanya penyergapan atau serangan terhadap kapal tersebut.

Baca Juga:Aldila Sutjiadi Gagal Melaju ke Semifinal WTA 500 DC Open Bersama Giuliana OlmosIndonesia Yakin Thailand dan Kamboja Akan Selesaikan Konflik Perbatasan Secara Damai

“Kami kehilangan semua kontak dengan awak kami, dan terdapat beberapa drone yang berada di dekat kapal yang berarti kemungkinan mereka telah dicegat atau diserang,” lanjut pernyataan tersebut.

Sebagai respons, FFC mengimbau para pendukungnya untuk meningkatkan tekanan publik demi menjamin keselamatan para awak. Mereka juga menyerukan masyarakat internasional untuk menghubungi perwakilan politik serta media setempat guna mendesak otoritas Israel agar membebaskan kapal dan memastikan perjalanannya ke Gaza dapat berlangsung aman.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai posisi kapal secara spesifik, kondisi para kru, atau kepastian apakah Israel telah melakukan intervensi langsung.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan atas misi kemanusiaan ke Gaza. Sebelumnya, pada 2 Mei, kapal MV Conscience milik FFC yang juga membawa bantuan ke Gaza sempat diserang oleh drone di perairan internasional dekat Malta. Serangan tersebut mengakibatkan kebakaran dan kerusakan serius pada kapal.

Kemudian pada 9 Juni, pasukan Israel mencegat kapal bantuan lain bernama Madlene di perairan internasional dekat pantai Gaza.

Sebanyak 12 aktivis internasional yang berada di kapal itu ditahan, termasuk aktivis lingkungan asal Swedia Greta Thunberg dan anggota Parlemen Eropa dari Prancis, Rima Hassan. Mereka kemudian dideportasi dengan ketentuan tidak boleh kembali dalam misi serupa.

Misi kemanusiaan seperti ini muncul sebagai respons atas krisis kemanusiaan yang terjadi di Jalur Gaza sejak serangan besar-besaran Israel dimulai pada Oktober 2023. Lebih dari 59.500 warga Palestina, mayoritas di antaranya perempuan dan anak-anak, dilaporkan tewas dalam kampanye militer yang terus berlangsung.

0 Komentar