JABAR EKSPRES – Di tengah maraknya aplikasi penghasil uang, muncul nama Silversea Sehasil yang mengklaim bisa memberikan penghasilan hingga jutaan rupiah dalam 60 hari hanya dengan investasi virtual. Namun, benarkah aplikasi ini bisa dipercaya? Ataukah ini hanya jebakan manis yang ujung-ujungnya bikin boncos?
Setelah mendaftar di aplikasi atau website Silversea Sehasil, pengguna baru langsung diberikan saldo awal sebesar Rp5.000. Tapi tunggu dulu, saldo ini tidak bisa ditarik, hanya sebagai umpan agar pengguna tergoda untuk melakukan deposit uang sungguhan ke aplikasi.
Di dalam aplikasi terdapat berbagai produk investasi fiktif, salah satunya adalah menyewa “kapal pesiar”. Bahkan ada produk yang gratis, di mana pengguna bisa memperoleh penghasilan Rp100 per jam, atau Rp2.400 per hari hanya dari sewa virtual tersebut.
Baca Juga:Link Klaim Saldo DANA Gratis Rp250.000 Hari Ini Klik Di Sini5 Skincare dan Makeup yang Tidak Layak Dibeli, Kenapa?
Namun jika ingin cuan lebih besar, aplikasi menyarankan untuk deposit uang dengan jumlah tertentu. Misalnya:
- Rp96.000: Berlaku selama 60 hari, diklaim menghasilkan total Rp576.000
- Rp18.950.000: Diklaim akan berubah menjadi Rp1 miliar lebih hanya dalam 2 bulan
Angka-angka ini jelas tidak masuk akal dan berpotensi sebagai bentuk penipuan berkedok investasi.
Sistem aplikasi ini tampaknya menggunakan skema berantai atau Ponzi, di mana hanya pengguna awal yang mungkin sempat menikmati sedikit hasil. Setelah banyak yang deposit besar, mereka mulai kesulitan menarik uang. Dalam banyak kasus, akun pengguna dibekukan saat mencoba penarikan nominal besar.
Selain itu, pengguna bisa melakukan “check-in harian” untuk mendapat tambahan Rp1.000, namun ini hanya memperpanjang ilusi bahwa aplikasi ini benar-benar menghasilkan uang.
Untuk melakukan penarikan dana, pengguna diminta menambahkan rekening, termasuk dompet digital seperti DANA. Minimal penarikan ditetapkan sebesar Rp60.000, dengan biaya admin 9%, yang tergolong tinggi dan tidak masuk akal.
Sementara untuk mengisi saldo (deposit), pengguna diarahkan untuk transfer ke rekening virtual account yang bukan atas nama perusahaan resmi, melainkan atas nama pribadi atau entitas tidak jelas seperti:
- “OY Ilus Rananova”
- “Ilustra Nova Inovasi”, berlokasi di Jakarta Selatan
Fakta bahwa rekening penerima bukan milik perusahaan resmi sudah menjadi indikasi kuat adanya penipuan.
