Lalu, kenapa oknum melakukan hal tersebut?
Jawabannya tentu karena adanya insentif yang lebih besar dari transaksi kredit. Demi mengejar bonus atau komisi lebih tinggi, berbagai cara pun dilakukan, termasuk yang tidak etis.
2. Penggelapan Pembayaran Tunai
Selain itu, di zaman sekarang, kita memang harus lebih waspada dan tidak mudah percaya pada perkataan siapa pun. Setidaknya, kita perlu memverifikasi segala informasi dan memahami prosedur dengan baik.
Sebagai contoh, kami menemukan kasus yang dibagikan di forum Kaskus, yang terjadi pada tahun 2015. Saat itu, ada seorang konsumen yang membeli motor secara tunai, namun oknum sales justru menggelapkan uang tersebut. Uang pembayaran disimpan untuk kepentingan pribadi, dan si oknum mengajukan kredit atas nama konsumen tanpa sepengetahuan mereka.
Baca Juga:Review Infinix Zero 50 5G, Smartphone Terbaik Infinix 2025, Performa Flagship Harga MenengahAdmediaJob hingga AMV, Pola Penipuan Aplikasi Penghasil Uang yang Berulang
Karena tutur katanya yang meyakinkan, konsumen pun percaya sepenuhnya. Bahkan saat pihak leasing datang ke rumah untuk melakukan survei, oknum itu mengatakan bahwa mereka hanya “sekadar mengecek lokasi rumah.” Motor pun akhirnya dikirim seperti biasa, tanpa ada kecurigaan.
Namun, beberapa bulan kemudian, motor ditarik oleh pihak bank karena menunggak cicilan. Konsumen pun terkejut karena merasa telah membeli motor secara tunai. Kasus ini kemudian diproses hukum, dan si oknum dipecat serta dipenjara selama dua minggu. Ternyata, ia berhasil menyewa pengacara yang cukup andal sehingga bisa keluar lebih cepat.
Dari kejadian ini, kita semua seharusnya bisa belajar untuk lebih berhati-hati. Terutama bagi Anda yang akan membeli motor untuk pertama kali, pastikan untuk memeriksa dengan teliti dokumen SPK (Surat Pemesanan Kendaraan). Di dalamnya, biasanya tertulis metode pembayaran, tunai atau kredit. Jika belum dicoret atau ditandai dengan jelas, jangan ragu untuk bertanya kenapa belum diubah.
Jangan takut dianggap bawel. Yang penting Anda terhindar dari penipuan. Lebih baik cerewet daripada tertipu.
Masalahnya, oknum seperti ini biasanya tidak terlihat sejak awal. Mereka tampil seperti sales pada umumnya, sehingga sulit dikenali jika tidak ada kejadian yang mencurigakan.
3. Memberikan Informasi Keliru
Masalah lainnya adalah, terkadang sales tidak sepenuhnya memahami produk yang mereka jual. Apa maksudnya? Kami pribadi pernah mengalami hal ini. Ketika kita bertanya, “Apakah motor ini bisa melakukan fungsi tertentu?” atau “Bukankah motor ini seharusnya memiliki fitur ini atau itu?”, jawaban mereka sering kali hanya berupa anggukan atau bahkan informasi yang keliru.
