JABAR EKSPRES – BYD Atto 1 atau di beberapa pasar dikenal dengan nama BYD Seagull, merupakan mobil listrik paling terjangkau dari BYD. Hal pertama yang mencuri perhatian adalah desain bagian depan, khususnya bumper atau fascia-nya, yang tampil menonjol.
Secara pribadi, bagian ini mengingatkan pada kumis yang tebal, mirip dengan desain “Yaris Lele” zaman dulu. Namun BYD menyebutnya sebagai “windbreaker”, yang berfungsi untuk memecah angin agar tampilan depan tidak terlalu datar.
Karena desain windbreaker ini cukup tebal, panjang keseluruhan mobil pun bertambah menjadi sekitar 3,9 meter, dibandingkan versi China-nya yang hanya sekitar 3,78 meter.
Baca Juga:Review Infinix Zero 50 5G, Smartphone Terbaik Infinix 2025, Performa Flagship Harga MenengahAdmediaJob hingga AMV, Pola Penipuan Aplikasi Penghasil Uang yang Berulang
Bagian atas mobil memiliki desain yang sedikit mengingatkan pada Lamborghini Huracán, terutama dari bentuk lampunya yang tajam. Meski begitu, proporsinya tampak seperti versi mini dari mobil sport, mirip mainan mobil Jepang yang terlihat gepeng.
Bagian samping juga menyuguhkan lampu LED penuh, dengan tambahan dua aksen lampu kecil yang membuat tampilannya terlihat lebih modern.
Meskipun bumper depannya tampak “gondrong”, BYD sudah menyediakan tempat untuk kamera parkir depan dan radar, kemungkinan disiapkan untuk sistem kamera 360 derajat atau fitur bantuan keselamatan. Namun, pada unit yang saya lihat, fitur-fitur tersebut belum tersedia secara aktual, hanya tempatnya saja yang sudah disediakan.
Review BYD Seagull / Atto 1
Berikut adalah review lengkap tentang detail dari BYD Seagull atau Atto 1 yang disebut sebagai mobil listrik termurah dari BYD.
Aerodinamika & Handle Modern
Di bagian kap mesin, terdapat profil plastik berwarna hitam. Menurut saya pribadi, tampilannya kurang menarik dan lebih baik jika tampil bersih tanpa ornamen tersebut. Namun, ada sirip-sirip kecil yang didesain untuk membantu aliran udara, kemungkinan besar untuk meningkatkan aerodinamika.
Bagian kaca depan dirancang cukup datar, lalu langsung naik mengikuti pilar A. Jika dilihat dari samping, mobil ini sebenarnya tidak terlalu panjang. Secara ukuran, mobil ini bisa dikatakan berada di kelas yang mirip dengan Wuling Bingo, atau sedikit lebih panjang dari Honda Brio.
Handle pintu sudah mengadopsi model flush, meskipun masih menggunakan sistem tarik biasa. Di sisi samping bawah, terdapat lagi aksen plastik berwarna hitam yang memberikan kesan sporty.
