Krisis Harga Pangan Kian Nyata, Mendagri Minta Pemda Cepat Kendalikan Inflasi di Daerah

Krisis Harga Pangan Kian Nyata, Mendagri Minta Pemda Cepat Kendalikan Inflasi di Daerah
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (foto/ANTARA)
0 Komentar

“Kemarin di Klaten bahwa Bapak-Ibu mungkin nonton, juga bisa buka beritanya, sekarang headline semua pagi ini, yang isinya adalah ya ada bahasanya disebut dengan vampir. Artinya menghisap darah rakyat. Bayangkan rakat harus ditolong dengan pangan saat ini yang berlimpah, tapi harganya naik karena praktik oplosan,” ungkapnya.

Tito juga menyoroti ketimpangan distribusi sebagai pemicu harga tinggi, terutama di wilayah yang secara geografis sulit dijangkau seperti Papua Tengah atau daerah-daerah tertutup di Sulawesi.

Meskipun dekat dengan sentra produksi, harga di wilayah tersebut tetap tinggi karena infrastruktur distribusi belum merata.

Baca Juga:Harapan Baru Desa Terpencil, Kementerian PU Alokasi Rp630 Miliar Bangun 63 Jembatan Gantung di 2026Akademisi Fisib Unpak Tanggapi Video Hoax di Pakansari, Content Creator Harus Punya Etika

“Saya mendengar di Klaten, di YouTube juga ada. Bapak-Ibu bisa buka paparan ceramah Beliau lengkap sejam lebih. Itu Beliau menyampaikan bahwa kemerdakaan negara itu bukan hanya merdeka dari penjajahan, tapi merdeka dari juga ekonomi, artinya kekuatan ekonomi, dan ekonomi itu lebih spesifik beliau menyampaikan pangan,” ujarnya.

Presiden juga memberikan arahan agar program ekonomi kerakyatan benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Negara harus hadir memperkuat ekonomi rakyat. Maka, pengendalian inflasi harus selaras dengan strategi besar tersebut.

“Negara yang kuat negara yang bisa menjamin pangan rakyatnya. Itulah yang disebut dengan tugas utama negara, pangan. Makanya beliau banyak sekali program mengenai pangan,” tegasnya.

0 Komentar