Harapan Baru Desa Terpencil, Kementerian PU Alokasi Rp630 Miliar Bangun 63 Jembatan Gantung di 2026

Harapan Baru Desa Terpencil, Kementerian PU Alokasi Rp630 Miliar Bangun 63 Jembatan Gantung di 2026
Ilustrasi jembatan gantung yang akan dibangun Kementerian PU di 2026. (Foto/Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Akses yang sulit, jalan memutar berjam-jam, dan keterpencilan yang memutus koneksi antarwilayah masih menjadi tantangan utama di banyak pelosok Indonesia.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran sebesar Rp630 miliar untuk membangun 63 jembatan gantung di tahun 2026.

Menteri PUPR Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung menjadi solusi aksesibilitas bagi masyarakat di daerah terpencil yang selama ini harus menempuh jalur memutar dan tidak efisien.

Baca Juga:Akademisi Fisib Unpak Tanggapi Video Hoax di Pakansari, Content Creator Harus Punya EtikaKuasa Hukum Korban Soroti Kejanggalan Sidang Pembunuhan Santri, Tempuh Langkah Hukum Lanjutan

“Kehadiran jembatan gantung ini diharapkan memberikan dampak nyata dalam mempercepat aktivitas masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik,” kata Dody dikutip dari ANTARA, Kamis (24/7).

Kementerian PU terus mempercepat pembangunan jembatan gantung guna meningkatkan konektivitas antar wilayah, terutama di daerah dengan medan geografis sulit.

Pembangunan jembatan gantung ini merupakan bagian dari implementasi strategi PU 608 untuk mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pemerataan pembangunan dan peningkatan akses desa ke pusat ekonomi.

Jembatan gantung dinilai penting untuk membuka konektivitas antar desa atau kecamatan, seperti memudahkan petani untuk mengangkut hasil pertanian ke pasar.

Tidak hanya menghubungkan aktivitas ekonomi, jembatan gantung juga akan membantu masyarakat mengakses fasilitas publik seperti sekolah, pasar dan kantor pemerintahan di daerah yang terpisah sungai, jurang atau lereng perbukitan.

Penentuan 63 lokasi pembangunan jembatan gantung tahun 2026 akan melalui kajian teknis mendalam dan survei lapangan, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, tingkat keterisolasian wilayah, aksesibilitas transportasi dan aspek teknis lainnya.

Jembatan gantung yang dibangun nantinya memiliki panjang antara 30 hingga 200 meter dan lebar sekitar 1,8 meter, disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing lokasi.

Baca Juga:Antar-Jemput Karyawan Pakai Naba TransportDanantara Fokus Kembangkan Ekonomi RI, Meski Siapkan Rp130 Triliun untuk AS

Pada 2025, Kementerian PUPR juga telah menyelesaikan sebagian dari 50 jembatan gantung yang tengah dibangun. Beberapa di antaranya sudah bisa digunakan, termasuk delapan jembatan di Sulawesi Selatan.

Misalnya, Jembatan Gantung Kanjero (68 meter) dan Poton (36 meter) di Kabupaten Luwu Utara, serta Jembatan Lamangiso (68 meter) dan jembatan gantung Jauh Pandang (51 meter) di Kabupaten Wajo.

Kemudian, jembatan gantung Kalimporo (51 meter), jembatan Gantung Minasa Upa (102 meter), jembatan gantung Benteng Pattrio (68 meter) dan jembatan gantung Palambuta (Bululoe) (51 meter).

0 Komentar