JABAR EKSPRES – Proses evakuasi korban tanah longsor di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, memasuki hari kedua dengan hasil yang menyayat hati.
Setelah sebelumnya berhasil menyelamatkan satu korban dalam keadaan hidup, tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban kedua bernama Usep (55) dalam kondisi tidak bernyawa.
Usep, seorang tukang bangunan asal Desa Sanding, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, ditemukan tertimbun longsoran tanah di kedalaman sekitar 2,5 meter pada Sabtu, 19 Juli 2025, pukul 11.13 WIB.
Baca Juga:Misteri Kematian Diplomat Muda di Kosan: Wajah Dililit Lakban, Pengamat Sebut Ada Unsur Simbolik dan Pesan PsikisPemkot Bandung Tegaskan Komitmen, Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah
Ia menjadi korban dalam proyek pembangunan kirmir di lahan milik pribadi yang memakan korban jiwa dan memunculkan pertanyaan soal standar keselamatan kerja.
“Dengan sangat menyesal, korban ditemukan sudah meninggal dunia atas nama Usep, pekerja bangunan asal Garut,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Fitriandy Kurniawan, saat ditemui di lokasi kejadian baru-baru ini.
Longsor terjadi pada Jumat malam, 18 Juli 2025, ketika sejumlah pekerja sedang memasang pondasi besi di lokasi sempit yang berada tepat di lereng kemiringan tanah. Dua pekerja—Usep dan Candra (16), pemuda asal Cianjur sedang berada di dalam galian tanah saat material tanah tiba-tiba longsor menimbun mereka.
Korban Candra berhasil dievakuasi lebih dulu dalam kondisi hidup dengan luka-luka dan langsung dibawa ke RSUD Cibabat untuk penanganan medis. Sedangkan Usep tertimbun semalaman hingga keesokan harinya.
“Posisi korban Usep saat ditemukan masih berdekatan dengan korban Candra,” ujar Fitriandy.
Ia menjelaskan, penyebab longsor adalah pergerakan tanah alami di lokasi proyek. Konstruksi yang sedang dibangun merupakan kirmir di lahan pribadi, yang bertujuan untuk memperkuat tanah di area tersebut.
Namun, lanjut Fitriandy tak ada keterangan apakah pekerjaan itu memenuhi syarat teknis dan keselamatan bagi para pekerja yang terlibat.
Baca Juga:Pesta Berujung Maut: Ketika Panggung Megah Menelan Nyawa, Tangisan Rakyat di Tengah Hajat Nikahan Anak KDMEuforia Syukuran Nikahan Anak KDM di Garut Berujung Duka, 3 Orang Meninggal Dunia
Evakuasi jenazah Usep berlangsung dramatis karena kondisi tanah padat dan ruang kerja yang sempit menyulitkan tim. Sedikitnya 80 personel gabungan dari 19 lembaga dan organisasi dikerahkan untuk operasi penyelamatan tersebut.
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan Damkar Kota Cimahi, menambahkan, unsur yang terlibat dalam operasi SAR longsor Padasuka terdiri dari BPBD Cimahi, Basarnas Jawa Barat, Damkar Cimahi, PMI, PSC 119, Tagana, Brimob Yon A, KSB Kelurahan Padasuka, Relawan Cimahi, Redkar, Emergency Community, Linmas, Satpol PP, R2B KBB, Hands Foundation, Dunia Ojol 782, LPBI NU.
