JABAR EKSPRES – Dalam rangka menjalankan penugasan pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok, Perum BULOG Kantor Cabang Bandung kembali melaksanakan penyaluran beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara langsung kepada konsumen di wilayah Bandung dan sekitarnya.
Kegiatan ini dilakukan melalui jaringan distribusi strategis seperti pasar-pasar rakyat, gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta outlet pangan binaan pemerintah daerah dan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Penyaluran SPHP ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah melalui BULOG untuk menstabilkan harga beras di tingkat konsumen, terutama dalam menghadapi dinamika harga pangan dan kondisi ekonomi global yang turut memengaruhi daya beli masyarakat.
Baca Juga:Ketok Palu RPJMD 2025 – 2029, Ada Perampingan BUMD hingga Pemekaran DesaOknum Polisi di Cimahi Terekam Terima Suap Rp250 Ribu, Langsung Dimutasi ke Bagian Staf
Program ini menyasar secara langsung titik-titik konsumsi masyarakat dengan skema penyaluran yang efisien dan terukur.
Adapun beras yang disalurkan adalah beras SPHP dalam kemasan 5 kilogram, dengan harga penjualan dari gudang BULOG (af gudang) sebesar Rp 11.000 per kilogram, dan Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat konsumen ditetapkan sebesar Rp 12.500 per kilogram. Distribusi dilakukan melalui tiga jalur utama, yaitu:
1. Pengecer di tingkat pasar rakyat,
2. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan
3. Outlet pangan binaan pemerintah daerah dan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Program ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara luas, khususnya di wilayah Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan sekitarnya.
Dalam pelaksanaannya, Perum BULOG Kancab Bandung berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk koperasi, pelaku pasar, dan pemerintah daerah, guna memastikan kelancaran distribusi serta ketepatan sasaran penerima manfaat.
“Penugasan SPHP ini merupakan langkah konkret BULOG dalam mengendalikan harga beras di tingkat konsumen. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat bisa mendapatkan akses terhadap beras dengan kualitas baik dan harga yang terjangkau,” ujar Ashville Nusa Panata Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Bandung.
Dengan kondisi harga beras yang fluktuatif, program SPHP menjadi salah satu instrumen penting untuk menekan lonjakan harga dan menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menekan laju inflasi, khususnya inflasi pangan yang memiliki dampak langsung terhadap kondisi ekonomi rumah tangga.
