Kondisi ini menunjukkan bahwa fenomena kanibalisasi internal di Yamaha sebenarnya bukan hal baru. Hal ini sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu. Lalu, apa sebenarnya tujuan di balik strategi ini? Apakah Yamaha sengaja menerapkannya untuk menjangkau lebih banyak segmen pasar, atau hanya untuk menciptakan tren baru?
Jika kita amati pola perilisan produk Yamaha, tampaknya terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai. Pertama, Yamaha tampaknya berupaya menjaring semua segmen pasar dengan menghadirkan varian yang sesuai dengan berbagai preferensi konsumen. Contohnya:
- Untuk skutik kompak, Yamaha memiliki Mio dan FreeGo.
- Di segmen retro-modern, terdapat Fazzio dan Grand Filano.
Untuk kelas skuter maxi, tersedia Aerox, NMAX, dan Lexi, yang masing-masing menyasar karakter pengguna berbeda.
Baca Juga:5 Motor Suzuki yang Sebaiknya Tidak Dibeli di Tahun 2025Ke Mana Jagung Turbo Sekarang? Pernah Berjaya Kini Tinggal Kenangan
Selain itu, Yamaha juga tetap mempertahankan lini motor bebek dan motor sport.
Dengan strategi ini, Yamaha tampaknya tidak hanya ingin mendominasi satu segmen, tetapi menciptakan pilihan yang luas bagi konsumen, meskipun harus menghadapi risiko terjadinya kanibalisasi antar produk mereka sendiri.
Dengan strategi tersebut, Yamaha tampaknya ingin memastikan bahwa mereka memiliki produk untuk setiap kebutuhan konsumen. Ya, Yamaha memang mengambil langkah yang cukup kompleks, merepotkan dan penuh pengorbanan, namun justru inilah yang membuat mereka masih bertahan hingga sekarang.
Selain itu, pola ini juga memungkinkan Yamaha hampir selalu menjadi pencipta tren. Contohnya dapat dilihat dari kehadiran Aerox 155, yang berhasil mempopulerkan desain bodi skuter matik besar (gambot) di kelas 150 cc. Keberhasilan ini bahkan memicu produsen lain untuk meniru, seperti merek Tiongkok QJ Motor, hingga Honda dengan model Air Blade-nya.
Dengan demikian, Yamaha tidak hanya bertahan, tapi juga berperan sebagai trend setter di industri sepeda motor.
Lebih lanjut, pendekatan ini juga membuat keluarga Maxi Yamaha, seperti NMAX, Aerox, Lexi, hingga XMAX, dirancang untuk membangun citra premium Yamaha. Strategi ini menunjukkan bahwa Yamaha tidak segan meluncurkan model yang mirip, selama itu bisa mendukung citra merek dan menarik perhatian publik. Dalam praktiknya, jika satu model populer, mereka siap menghadirkan versi baru dengan spesifikasi yang ditingkatkan, sebagaimana terjadi pada NMAX dan Aerox.
