JABAR EKSPRES – Anggota Komisi V DPRD Jabar Aten Munajat turut prihatin dengan meninggalnya pelajar SMA di Garut. Peristiwa tersebut perlu menjadi perhatian serius dunia pendidikan. Apalagi jika memang terbukti benar. Bahwa korban depresi karena perundungan atau bullying.
Politikus asal Garut itu mengungkapkan, perundungan memang masih menghantui dunia pendidikan. Karena itu butuh disikapi serius.
“Fenomena bullying itu masih terjadi. Termasuk di Garut. Ini perlu menjadi perhatian bersama, ” tuturnya.
Baca Juga:Leupeut Bogor Diresmikan Wali Kota Bogor, Bentuk Ekosistem KolaborasiKetua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Soroti Minimnya Siswa Baru di Sekolah Swasta
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu melanjutkan, kasus perundungan itu bukan hanya masalah sekolah ataupun keluarga. “Ini menyangkut karakter, sistem pendidikan dan lingkungan sosial juga, ” cetusnya.
Aten melanjutkan, kasus – kasus yang terjadi perlu dicari akar masalahnya. Kemudian dituntaskan secara sistematis.
“Jadi tak perlu saling menyalahkan. Yang terpenting adalah mencari solusi bersama, ” cetusnya.
Menurut Aten, pelajar butuh bimbingan. Mereka tidak cukup diberi hukuman. “Perlu dibimbing agar bisa hormat dan empati sesama, ” imbuhnya.
Kasus dugaan perundungan di Garut itu mencuat beberapa hari terakhir. Bermula dari remaja 16 yang meninggal dunia diduga bunuh diri dan korban perundungan, Senin (14/7).
Korban adalah siswa SMAN 6 Garut. Ibu korban sempat curhat lewat akun medsosnya. Menceritakan bahwa anaknya jadi korban bully.
Curhatan itu juga sempat mendapatkan respon Wakil Bupati Garut Putri Karlina. Ibu korban disarankan melapor ke UPTD. (son)
