JABAR EKSPRES – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental, masih banyak orang yang enggan berkonsultasi ke psikolog.
Padahal, tekanan hidup sehari-hari seperti stres pekerjaan, masalah keluarga, hingga rasa cemas berkepanjangan dapat berdampak serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Sayangnya, stigma sosial yang melekat terhadap profesi psikolog dan isu kesehatan mental membuat langkah untuk mencari bantuan profesional terasa berat bagi sebagian besar orang.
Baca Juga:Pengamat Sorot Lemahnya Keamanan Aset Pemkot BandungBandung Siaga! Pemkot Perketat Identifikasi Bayi Baru Lahir di Semua RS
Direktur PT Martasandy Psychology Indonesia, Billy Martasandy, Ph.D, menegaskan bahwa psikologi bukanlah sesuatu yang rumit, dan berbicara dengan psikolog bukan tanda kelemahan.
“Dengan memahami dasar-dasar psikologi, kita bisa lebih sadar akan perasaan sendiri, tahu kapan butuh istirahat, dan kapan perlu meminta bantuan. Berkonsultasi ke psikolog bukan berarti kamu gagal menghadapi hidup, tapi justru kamu cukup bijak untuk tidak memendam semuanya sendiri,” ujarnya.
Billy juga mengingatkan bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
Seseorang yang mengalami kelelahan emosional, sering marah, cemas berlebihan, atau kehilangan semangat, bisa jadi sedang mengalami gangguan psikologis ringan yang perlu ditangani.
“Semakin cepat kamu mengenali kondisimu, semakin cepat pula kamu bisa pulih dan kembali merasa lebih baik. Ingat, tidak ada yang salah dengan minta bantuan,” tambahnya.
Menurut tim psikolog dari PT Martasandy Psychology Indonesia, Desti Yuniarti, S.Psi, banyak masyarakat yang masih enggan menemui psikolog karena pengaruh budaya dan pemahaman yang keliru soal kesehatan mental.
“Masih ada anggapan bahwa orang yang ke psikolog itu tidak waras atau mengalami gangguan berat. Bahkan, ada yang menganggap menceritakan masalah ke orang lain sebagai bentuk kelemahan. Akhirnya, banyak yang memilih memendam dan berharap masalahnya selesai sendiri,” ungkap Desti.
Baca Juga:HP Tenggelam di Kolam Podomoro, Dua Petugas Damkar Baleendah MenyelamDisdukcapil Ciamis Tembus Tiga Besar Penilaian Adminduk Prima Jabar
Stigma ini diperkuat oleh pandangan sosial yang menganggap masalah pribadi seharusnya diselesaikan sendiri, atau bahkan “dipendam demi kehormatan keluarga”. Selain itu, masih banyak yang tidak memahami peran psikolog secara menyeluruh.
Padahal, psikolog berperan dalam membantu seseorang mengenali, memahami, dan mengatasi berbagai masalah psikologis seperti stres, kecemasan, depresi, trauma, hingga gangguan perilaku.
