JABAR EKSPRES – Kalau kamu sedang cari modal usaha tapi takut dengan bunga tinggi dan proses yang ribet, KUR BRI 2025 bisa jadi solusi terbaik buat kamu.
Program ini khusus dirancang untuk pelaku UMKM yang butuh tambahan modal kerja atau ingin melakukan investasi usaha. Nggak perlu bingung soal syarat atau cicilan—semua bisa kamu pelajari di artikel ini.
KUR BRI adalah program Kredit Usaha Rakyat yang disediakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan tujuan mendukung pelaku usaha kecil dan menengah.
Baca Juga:Klaim Rp50.000 per Hari Melalui Aplikasi Penghasil Saldo DANA 20259 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 12 Juli 2025, Kamu Sudah Klaim yang Mana?
Program ini cocok banget buat kamu yang punya usaha produktif tapi belum punya jaminan tambahan seperti sertifikat tanah atau BPKB kendaraan.
Tahun 2025, pemerintah menargetkan penyaluran KUR hingga Rp300 triliun. Ini bukti nyata bahwa UMKM dianggap sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Dan kamu, sebagai bagian dari UMKM, bisa banget ambil peran lewat program ini.
Keunggulan KUR BRI 2025
Kamu nggak cuma dapat pinjaman modal, tapi juga berbagai keuntungan yang bikin beban finansial lebih ringan:
- Bunga hanya 6% per tahun atau sekitar 0,5% per bulan
- Tanpa biaya administrasi dan provisi, khusus untuk KUR Mikro & KUR TKI
- Tenor fleksibel hingga 5 tahun, tergantung jenis pinjamannya
- Bisa diajukan online atau offline langsung ke BRI terdekat
Dengan skema ini, kamu bisa lebih fokus menjalankan usahamu tanpa terlalu terbebani cicilan.
Jenis-Jenis KUR BRI 2025 dan Perbedaannya
Sebelum kamu mengajukan, penting untuk tahu jenis KUR yang sesuai dengan kebutuhan usahamu:
1. KUR Mikro
Plafon pinjaman: Hingga Rp50 juta
Bunga: 6% per tahun
Tenor:
Modal kerja: hingga 3 tahun
Investasi: hingga 5 tahun
Keunggulan: Bebas biaya admin dan provisi
Jenis ini cocok buat kamu yang punya usaha mikro dan belum punya agunan.
2. KUR Kecil
Plafon pinjaman: Rp50 juta – Rp500 juta
Bunga: 6% per tahun
Tenor:
Modal kerja: maksimal 4 tahun
Investasi: maksimal 5 tahun
Catatan: Harus ada agunan sesuai kebijakan bank
Kalau kamu butuh modal lebih dari Rp50 juta dan punya aset yang bisa dijadikan jaminan, jenis ini bisa jadi pilihan tepat.
