JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa kelanjutan proyek pembangunan jalan layang (flyover) Nurtanio masih mengalami hambatan serius.
Menurutnya, penyebab utama terhentinya progres pembangunan adalah terganggunya jalur koordinasi akibat perubahan struktur pejabat di tingkat pusat, baik di jajaran kementerian maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat dalam proyek tersebut.
Farhan menjelaskan, proyek flyover Nurtanio melibatkan sejumlah instansi besar, termasuk perusahaan listrik negara PLN serta beberapa BUMN Karya yang memiliki peran penting dalam pengerjaan infrastruktur.
Baca Juga:Fokus Penataan, Perumda Pasar Tohaga Lakukan Rotasi PemimpinBukan Sekadar Ajang Sepak Bola, Piala Presiden Ikut Putar Roda Ekonomi Jabar
Namun, pergantian posisi menteri dan pimpinan tertinggi di BUMN membuat koordinasi yang telah terbangun sebelumnya menjadi terputus dan harus dimulai kembali dari awal.
“Kita masih nunggu kepastian, karena memang cukup riweuh. Proyek ini melibatkan banyak BUMN, dari PLN sampai BUMN Karya. Nah, menterinya sekarang baru, para petingginya di BUMN juga baru semua. Jadi koordinasi harus dimulai dari nol lagi,” kata Farhan saat ditemui di Halaman Masjid Agung Trans Studio Mall, Minggu (13/7).
Kendati menghadapi tantangan besar, Farhan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung tidak tinggal diam. Ia secara aktif terus melakukan upaya pendekatan dan lobi kepada pemerintah pusat demi menghidupkan kembali proyek yang telah lama diharapkan warga tersebut. Ia menyatakan komitmennya untuk terus mendorong percepatan melalui komunikasi intensif.
“Saya bakal terus datang ke Jakarta, nanya terus. Jadi kita tunggu kesepakatan mereka. Tapi saya gas terus ngejar jadwal pastinya kapan,” tegasnya.
Selain mengkritisi stagnasi proyek, Farhan juga menyoroti dampak negatif yang dirasakan masyarakat akibat kondisi jalan di sekitar lokasi pembangunan flyover.
Ia menyebut bahwa banyak ruas jalan yang kini mengalami kerusakan cukup parah dan penyempitan, yang tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kalau diizinkan oleh PLN, kita akan bantu perbaiki jalan yang sekarang udah berantakan. Banyak bolong, aksesnya sempit. Minimal jalannya jangan sampai butut pisan lah,” tandasnya.
Baca Juga:Sama-sama Ngotot Rebut Peringkat 3 Piala Presiden, Dewa United dan Indonesia All Stars Siap Kalahkan LawanRayakan Kebersamaan, Pameran Desain ‘Milik Semua’ Resmi Dibuka untuk Umum
Farhan berharap, dalam waktu dekat akan ada titik terang dari pemerintah pusat agar proyek flyover Nurtanio bisa kembali berjalan.
