DLH Jabar Teliti Sampel Air Sungai Cilemahabang yang Diduga Tercemar

Tim DLH saat ambil sampel air sungai
Tim DLH saat ambil sampel air sungai
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar akhirnya turun tangan ke Sungai Cilemahabang, Kabupaten Bekasi, Sabtu (12/7). Itu menindaklanjuti dugaan pencemaran limbah yang juga sempat viral di sungai itu.

DLH berupaya untuk mendalami dugaan pencemaran. Salah satu caranya dengan mengambil sampel air pada sungai.

Sampel itu akan diteliti lebih dalam. Itu untuk mengetahui kandungan yang ada dalam air tersebut.

Baca Juga:Perdana Kickboxing Bandung Championship, Pemkot Canangkan Kurikulum TambahanMangkir dari Pemanggilan Polisi, Lisa Mariana Akan Dipanggil Ulang Pekan Depan

“Sampel akan dibawa ke Lab, untuk diteliti. Hasilnya kemungkinan keluar lima hari ke depan, ” Kata Kepala DLH Jabar Ai Saadiah Dwidaningsih yang juga ikut terjun ke lokasi.

Ai menerangkan, pengamatan awal, air dari sungai itu nampak berwarna lebih gelap dan berbuih. Namun pengamatan awal itu saja tidak cukup.

Untuk mengetahui apakah melebihi baku mutu dan menimbulkan pencemaran, perlu dibuktikan dengan hasil pengujian di lab. “Jadi ini kami bawa sampelnya. Kami uji dulu, ” benernya.

Ai menegaskan, pihaknya juga bakal bersikap sesuai ketentuan. Jika memang terbukti bersalah maka penindakan bakal dilakukan.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2024. Pelaku bisa dikenakan sanksi administratif hingga denda, sanksi perdata.

Bahkan mungkin pidana jika sampai menimbulkan korban. Karena tindakan itu cukup merugikan.

Ai menambahkan, sebelum ke lokasi, tim relawan di daerah juga sudah melakukan identifikasi awal untuk memetakan kemungkinan sumber pencemaran.

Baca Juga:Langgar Regulasi, DPUPR Cimahi Siapkan Penertiban Bangunan Liar di SungaiJanji Palsu Proyek MBG, Oknum Anggota DPRD Banjar Dilaporkan Tipu Warga Rp243 Juta

Diakui memang di kawasan itu memang banyak industri beroperasi. Jumlahnya tidak sedikit. Ada 600-1000 lebih industri, mulai dari industri tekstil hingga logam.(son)

0 Komentar