Cegah Kehamilan Berisiko, 48 Ibu di Bandung Barat Ikut Program MOW Gratis

Petugas medis RSIA Graha Medika Padalarang (GMP) tengah melakukan tindakan Metode Operasi Wanita (MOW) dalam program KB permanen gratis yang digelar di Kabupaten Bandung Barat. Dok DP2KBP3A KBB.
Petugas medis RSIA Graha Medika Padalarang (GMP) tengah melakukan tindakan Metode Operasi Wanita (MOW) dalam program KB permanen gratis yang digelar di Kabupaten Bandung Barat. Dok DP2KBP3A KBB.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebanyak 48 perempuan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengikuti program Metode Operasi Wanita (MOW) secara gratis.

Program MOW merupakan bagian dari layanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang difasilitasi oleh Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Graha Medika Padalarang (GMP) bekerja sama dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung Barat.

Kepala DP2KBP3A KBB, Wiryawan, menjelaskan bahwa program MOW ditujukan untuk memberikan akses layanan KB permanen bagi perempuan, khususnya mereka yang berasal dari kelompok rentan secara ekonomi maupun medis.

Baca Juga:Kadin Akhirnya Bayar Pajak Tiket Run Fest 2025 ke Pemkot BanjarSekolah Swasta di KBB Terancam Bangkrut, Pemprov Jabar Dituding Tak Hadir dalam Pemerataan Pendidikan

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh perempuan yang membutuhkan layanan KB permanen dapat mengaksesnya tanpa terkendala biaya. Program ini juga selaras dengan visi pembangunan keluarga sejahtera di Bandung Barat,” ujar Wiryawan kepada wartawan, Jumat (11/7/2025).

Ia menambahkan, program ini bukan hanya sebatas layanan medis, tetapi merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan ibu serta meningkatkan kualitas hidup keluarga.

Menurutnya, mayoritas peserta yang mengikuti program MOW adalah perempuan dengan riwayat persalinan multipara dan berusia di atas 35 tahun, kelompok yang secara medis sangat berisiko bila mengalami kehamilan kembali.

“Sebagian besar peserta yang ikut MOW kali ini adalah ibu-ibu dengan riwayat persalinan multipara dan usia di atas 35 tahun. Mereka sangat berisiko bila hamil lagi, sehingga MOW menjadi pilihan tepat dan aman,” jelas Wiryawan.

Operator Pelaksana Kegiatan MOW, dr. Ridwan Abdullah Putra, menjelaskan bahwa kehamilan pada usia lebih dari 35 tahun dengan riwayat melahirkan lebih dari dua kali (multipara) dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti hipertensi dalam kehamilan, diabetes gestasional, perdarahan, bahkan risiko kematian ibu atau bayi.

“Karena itu, KB permanen seperti MOW sangat disarankan bagi kelompok ini,” ujarnya.

Metode Operasi Wanita (MOW) adalah prosedur kontrasepsi permanen dengan cara memotong atau mengikat saluran tuba falopi, sehingga sel telur tidak dapat dibuahi oleh sperma.

Baca Juga:200 Anak Miskin Ekstrem di KBB Dapat Akses Pendidikan Berasrama dari Kemensos RITirta Anom Butuh Rp63 Miliar Untuk Revitalisasi Jaringan Pipa Utama

Menurut dr. Ridwan, MOW merupakan metode yang aman, efektif, serta tidak memengaruhi hormon atau aktivitas seksual.

0 Komentar