Terpeleset di Luar Lapangan, Ancelotti Divonis Bersalah dalam Kasus Pajak di Spanyol

Carlo Ancelotti dipastikan hengkang dari kursi kepelatihan Real Madrid musim panas mendatang. (Instagram / mrancelotti)
Carlo Ancelotti dipastikan hengkang dari kursi kepelatihan Real Madrid musim panas mendatang. (Instagram / mrancelotti)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Carlo Ancelotti kembali menjadi sorotan publik, namun kali ini bukan karena strategi briliannya di pinggir lapangan. Ia dinyatakan bersalah dalam kasus penggelapan pajak oleh pengadilan Spanyol.

Kasus ini bermula dari tahun 2014, saat Ancelotti menjalani musim pertamanya melatih Real Madrid. Pelatih asal Italia itu disebut tidak melaporkan seluruh penghasilannya, terutama yang berasal dari hak citra.

Menurut laporan BBC, pengadilan menjatuhkan vonis satu tahun penjara serta denda sebesar 386.000 euro atau sekitar Rp7,35 miliar.

Baca Juga:Final Impian PSG vs Chelsea: Saatnya Menulis Sejarah di Piala Dunia Antarklub 2025Sempat Dinyatakan Lolos, Siswi Cimahi Tiba-Tiba Tak Diterima di SMPN 8, Begini Kata Pihak Sekolah dan Disdik

Namun karena hukuman penjaranya di bawah dua tahun dan ia tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya, Ancelotti tak akan menjalani masa tahanan secara fisik.

Majelis hakim mengungkapkan bahwa Ancelotti menggunakan perusahaan luar negeri untuk menyamarkan sebagian pendapatannya dari otoritas pajak. Praktik ini tergolong pelanggaran serius dalam sistem perpajakan Spanyol.

Tuduhan utama menyebutkan bahwa Ancelotti gagal membayar pajak atas penghasilan lebih dari 380.000 euro (sekitar Rp7,23 miliar) pada tahun 2014. Saat itu, ia secara hukum terdaftar sebagai wajib pajak di Spanyol.

Dengan memindahkan hak citranya melalui perusahaan asing, Ancelotti dianggap telah dengan sengaja menghindari kewajiban fiskal yang semestinya ia penuhi di negara tempatnya bekerja.

Meski sempat dituduh pula atas pelanggaran di tahun 2015, dakwaan tersebut akhirnya dibatalkan. Alasannya, Ancelotti pada tahun itu tidak lagi secara resmi berdomisili di Spanyol.

Kasus ini tentu menjadi noda dalam reputasi sang pelatih, yang selama ini dikenal bersih dan berprestasi. Ia adalah salah satu pelatih tersukses di Eropa, dengan koleksi trofi Liga Champions, liga domestik, dan piala-piala lainnya bersama klub-klub top.

Namun, Ancelotti bukan satu-satunya tokoh sepak bola ternama yang tersangkut kasus perpajakan di Spanyol. Beberapa nama besar sebelumnya juga mengalami nasib serupa.

Baca Juga:Minta Makanan Ditolak, Warga Rancaekek Bacok PedagangLaga Panas Persib vs Dewa United Diwarnai Penemuan Miras, Ganja, dan Tiket Palsu

Lionel Messi, misalnya, dijatuhi hukuman 21 bulan penjara pada 2017 karena pelanggaran pajak, meskipun akhirnya diganti dengan denda sebesar 252.000 euro (sekitar Rp4,8 miliar).

Cristiano Ronaldo pun pernah dikenai denda 18,8 juta euro (sekitar Rp359 miliar) setelah mengakui pelanggaran pajak terkait penghasilan hak citranya. Ia juga menggunakan perusahaan luar negeri sebagai bagian dari skema.

0 Komentar