Dorong Budidaya Bambu di Kawasan Transmigrasi, Pemerintah Targetkan Tingkatkan Ekonomi Warga

Dorong Budidaya Bambu di Kawasan Transmigrasi, Pemerintah Targetkan Tingkatkan Ekonomi Warga
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah pusat berencana mengembangkan budidaya bambu di kawasan transmigrasi sebagai strategi baru untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Inisiatif ini dinilai potensial karena bambu memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah menjadi produk jadi seperti furnitur dan material konstruksi.

Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi, menegaskan bahwa pengembangan bambu akan menjadi bagian integral dalam membangun kemandirian ekonomi warga transmigrasi.

Baca Juga:Dibuang dengan Sepucuk Surat, Bayi Mungil di Citalem Diincar Puluhan Calon Ibu dan AyahRatusan Bangkai Ayam Berserakan di Lembang, Bau Busuk Ganggu Warga dan Wisatawan

Ia menyebutkan, bambu merupakan komoditas yang multifungsi dan bernilai jual tinggi.

“Jadi harus dikembangkan menjadi bagian untuk membangun ekonomi bangsa karena ternyata bambu ini bisa buat apa saja: buat meja, kursi, furniture, bangunan, konstruksi, apa lagi? Rumah, bisa,” ujar Viva Yoga saat kunjungan kerja di Sukahati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (9/7).

Ia menambahkan, selain bernilai ekonomis, bambu juga memiliki keunggulan teknis sebagai bahan bangunan. Ia mencontohkan penggunaan bambu dalam konstruksi rumah tahan gempa di Jepang.

“Di Jepang itu, bambu digunakan untuk rumah yang tahan gempa karena elastiskan. Jadi ini akan kita kembangkan di kawasan transmigrasi,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, pemerintah akan mengkaji varietas bambu yang paling tepat untuk dibudidayakan berdasarkan nilai ekonominya.

Setelah itu, pola distribusi dan pemberdayaan masyarakat transmigrasi akan disusun agar hasil budidaya dapat meningkatkan pendapatan mereka secara berkelanjutan.

“Nanti kita akan lihat varietas apa yang memiliki nilai ekonomi yang bisa dikembangkan agar masyarakat transmigrasi punya pendapatan,” katanya.

Baca Juga:Pemkot Bandung Bakal Ambil Alih Pengelolaan Sampah Pasar : Lindungi Pedagang dari KetimpanganTerlibat Kecelakaan, Pria di Pasirkaliki Bandung Tewas Diduga Kena Serangan Jantung

Senada dengan itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyatakan bahwa program budidaya bambu akan diperluas, tidak hanya terbatas pada wilayah Bogor, tetapi mencakup seluruh provinsi Jawa Barat.

“Bukan hanya Bogor saja tetapi itu se-Jawa Barat kita akan bagaimana membudidayakan bambu ini. Sehingga Jawa Barat ini menjadi hutan bambu terbesar di Indonesia bahkan dunia,” ucap Erwan.

Upaya ini selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan dan pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal yang ramah lingkungan.

Pemerintah berharap, dengan penguatan ekosistem industri bambu, masyarakat di kawasan transmigrasi dapat meraih kesejahteraan melalui sumber daya alam yang berlimpah di sekitar mereka. (SFR)

0 Komentar