Dibekap Kartu Merah, Dewa United Tetap Gagah Tahan Persib! Riekerink: Main 10 Orang pun Kami Dominan!

Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink bersama Nick Kuipers saat konferensi pers seusai pertandingan. Foto Agi
Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink bersama Nick Kuipers saat konferensi pers seusai pertandingan. Foto Agi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, menilai timnya pantas mendapatkan hasil imbang dalam lanjutan babak penyisihan Grup B Piala Presiden 2025 di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Kabupaten Bandung, Selasa (8/7/2025).

Meski harus bermain dengan 10 orang di sebagian besar laga, ia menyebut penampilan anak asuhnya menunjukkan semangat dan kualitas permainan yang layak diapresiasi.

“Kami baru delapan hari latihan, dan pertandingan seperti ini sangat penting untuk perkembangan tim,” ujar Riekerink dalam konferensi pers seusai laga, Selasa (8/7/2025).

Baca Juga:Luis Diaz Nekat! Siap Gabung Barcelona Tanpa Minta JaminanPersib Gagal Menang, Bojan Tetap Santai: Pertandingan Jauh Lebih Baik daripada Hasil Akhir

“Dua musim terakhir kami kehilangan pertandingan uji coba seperti ini dalam persiapan. Musim lalu saja kami langsung menghadapi enam tim yang sudah tampil di Piala Presiden,” sambungnya.

Menurutnya, laga ini memberi gambaran penting, terutama dalam hal adaptasi para pemain baru.

“Setengah dari tim hari ini adalah pemain baru. Mereka harus menyesuaikan diri, perannya berbeda, identitas tim juga berbeda,” tambah pelatih asal Belanda itu.

Riekerink memuji penampilan anak asuhnya, khususnya dalam mengelola permainan setelah kartu merah. Ia menyebut timnya justru tampil dominan dalam kondisi tertinggal jumlah pemain.

“Pujian besar untuk tim. Setelah 10 menit pertama, kami bermain luar biasa. Saya pikir, dibanding musim lalu, kami tampil lebih dinamis, khususnya di babak pertama. Bahkan setelah kartu merah, kami mendominasi permainan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan beberapa perubahan strategi yang dilakukan, termasuk memasukkan empat pemain di babak kedua dan memainkan Edo di sisi kiri untuk lebih menekan lawan.

“Babak kedua juga tadi kita bagus, apalagi setelah kami taruh Edo untuk menekan dan akhirnya main dengan formasi lima,” kata Riekerink.

Baca Juga:Masih Ada Oknum Penonton Tak Tertib, Pengamanan Piala Presiden 2025 DiperketatKata Pakar dan Ombudsman Soal Penambahan Rombel

Setelah menerima kartu merah, ia memilih formasi 5-3-1 untuk menjaga stabilitas.

“Dengan formasi itu, kamu bisa membangun permainan lebih baik dengan tiga pemain di tengah,” ucapnya.

Namun setelah kebobolan, ia kembali ke sistem 4-2-2 untuk lebih menyerang. Riekerink juga menyampaikan kepuasannya terhadap sikap para pemainnya.

“Saya sangat senang dengan attitude 95% pemain. Sisanya, 5%, adalah tanggung jawab saya dan saya akan cari solusinya,” ujarnya.

0 Komentar