Namun, teror belum berakhir. Saat Jajang yang sudah terluka parah, bersama saksi lain bernama Rian Mardiana, berusaha mencari pertolongan dan tiba di pertigaan Jalan Batulawang (masih di Dusun Sukamulya), mereka kembali dihadang oleh rombongan yang sama. Kali ini, tersangka AH alias Abay dan Ikbal (masih DPO) menjadi bagian dari kelompok yang kembali menyerang.
AH alias Abay disebutkan memukul pipi kiri korban dengan tangan terkepal. Anggota kelompok lain seperti Pandu dan Sandi alias Sengseng (keduanya masih DPO) juga ikut serta dalam pengeroyokan kedua ini sebelum akhirnya benar-benar pergi meninggalkan korban dalam kondisi mengenaskan.
Berdasarkan penyelidikan mendalam dan pemeriksaan terhadap dua belas saksi, Satreskrim Polres Banjar Kota akhirnya berhasil menangkap tiga tersangka utama pada Jumat, 4 Juli 2025, di Kantor Polsek Pataruman. Ketiganya adalah RASR alias Kimung (18 tahun, pelajar/mahasiswa, warga Lingk. Jelat), FS (20 tahun, pelajar/mahasiswa, warga Lingk. Sumanding Kulon), dan AH alias Abay (21 tahun, pelajar/mahasiswa, warga Lingk. Sumanding Wetan). Mereka kini ditahan dan dijerat dengan dua pasal, yaitu Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan beramai-ramai yang mengancam pidana penjara maksimal 9 tahun, dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan biasa dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun.
Baca Juga:Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Banjar Digelar 14 JuliTinggal Satu Kursi, PPP Cimahi Mulai Bangkit Lewat Kaderisasi dan Konsolidasi
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti krusial yang menguatkan kronologi kejadian. Barang bukti tersebut meliputi pecahan botol kaca miras anggur ginseng hijau, pakaian korban (kaos oblong abu-abu dan celana jeans hitam) yang penuh darah, pakaian milik tersangka (jaket, celana, sweater), dua buah batu yang diduga digunakan sebagai senjata, serta dua unit sepeda motor yaitu Yamaha Aerox warna merah dan Honda Spacy warna putih-hitam beserta kunci kontaknya.
Meskipun tiga pelaku utama telah diamankan, polisi masih memburu empat orang lainnya yang diduga terlibat aktif dalam pengeroyokan brutal tersebut. Keempatnya berinisial SS, PS, MI, dan AYA. (CEP)
