JABAR EKSPRES – Ada beberapa Coffee Shop di Jepang yang belakangan ini ramai dikunjungi, bukan hanya karena budaya kulinernya atau tempat belanjanya, tetapi juga karena kopi. Jepang diam-diam telah membangun budaya kopi yang unik, menggabungkan tradisi dan inovasi.
Budaya kopi di Jepang sangat menghargai presisi, seni, dan dedikasi terhadap kerajinan. Kami ingin berbagi beberapa kedai kopi favorit kami di berbagai penjuru Jepang, tempat-tempat di mana kecintaan terhadap kopi benar-benar terasa.
7 Rekomendasi Coffee Shop di Jepang
Kami akan memberi 7 rekomendasi Coffee Shop di Jepang bagi anda pecinta kopi yang akan mengunjungi negeri sakura tersebut.
Baca Juga:Raja Baru Mid-Flagship, Xiaomi 15T Hadir dengan Desain Premium dan Android 156 Cara Resmi Dapat Saldo Dana Gratis Langsung dari Aplikasinya Tanpa Undang Teman
Coffee Wrights
Perjalanan dimulai dari Shibuya, Tokyo, di sebuah kolaborasi antara dua merek artisanal, yaitu Higuma Donuts, yang terkenal dengan donat buatan tangan mereka, dan Coffee Wrights, sebuah roaster asal Tokyo yang dikenal akan biji kopi single origin dan teknik penyeduhan yang presisi.
Meskipun tempatnya cukup ramai, kalian hanya perlu menunggu sekitar lima menit untuk memesan. Saya memilih donat madu musone dan latte panas. Bagi saya, pasangan yang sempurna untuk camilan manis adalah secangkir kopi.
Mameya Coffee
Tak jauh dari sana, ada Coffee Mameya, sebuah kedai kopi minimalis yang menawarkan pengalaman bersifat personal. Baristanya akan memandu Anda memilih kopi dari kurasi mereka. Namun, ini juga berarti harganya termasuk yang tertinggi. Saya memilih Kolombia Geisha, yang harganya sekitar 2.300 yen.
Meski saya bukan ahli kopi, rasa dari satu cangkir ini sangat intens dan kompleks, berbeda dari apa pun yang pernah saya coba. Jika Anda penikmat kopi filter sejati, saya yakin Anda akan menyukai tempat ini.
Le Labo Cafe
Sekarang kita menuju ke Kyoto, kota yang memadukan nuansa tradisional dan modern. Le Labo Cafe di Kyoto adalah contoh sempurna bagaimana kota ini menyatukan dua dunia. Yang mengesankan, merek asal Amerika Serikat ini, yang dikenal karena budaya slow living dan gaya industrialnya, berhasil selaras dengan arsitektur tradisional Jepang yang sudah berusia 145 tahun.
Bagi yang belum tahu, Le Labo dikenal dengan parfum racikan tangan dan dedikasi terhadap keahlian. Nilai tersebut juga terasa di dalam kafe mereka. Saya memesan secangkir latte dan kue cokelat chip. Rasanya sangat lezat, tapi jujur saja, yang paling mencuri perhatian tetaplah desain bangunannya.
