Bandung 'Demam' Padel! Ratusan Atlet Padati La Cancha, Padel Grand Slam Vol.1 Jadi Magnet Baru Olahraga

Bandung \'Demam\' Padel! Ratusan Atlet Padati La Cancha, Padel Grand Slam Vol.1 Jadi Magnet Baru Olahraga Kota K
Bandung \'Demam\' Padel! Ratusan Atlet Padati La Cancha, Padel Grand Slam Vol.1 Jadi Magnet Baru Olahraga Kota Kembang
0 Komentar

JABAR EKSPRES– Kota Bandung kembali mengukuhkan diri sebagai barometer tren olahraga nasional. Kali ini, cabang olahraga (cabor) padel yang tengah naik daun berhasil menyedot perhatian lewat perhelatan Padel Grand Slam Vol.1. Bertempat di La Cancha Padel Court Bandung, Jalan Cipedes Tengah No.143, atmosfer kompetisi langsung memanas sejak hari pertama, Sabtu (24/1/2026).

​Tak tanggung-tanggung, sebanyak 216 pemain atau 108 pasangan tumpah ruah di lapangan. Angka ini menandai salah satu turnamen padel dengan partisipasi massa terbesar yang pernah digelar di Ibu Kota Jawa Barat.

​Kolaborasi Strategis untuk Komunitas​Turnamen yang dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (25/1) ini merupakan buah kolaborasi apik antara pengelola La Cancha Padel Court dengan komunitas Padel&Chill. Hadirnya ajang ini menjadi jawaban atas “ledakan” peminat padel yang kini menjadi gaya hidup baru di kota-kota besar Indonesia, termasuk Bandung.

Baca Juga:Cara Mengatur Jam Digital di Panel Meter Honda ScoopyDinsos Jabar Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Longsor di Desa Pasirlangu, KBB

​Owner La Cancha Padel Court Bandung, Michael Tjuatjadarma, mengungkapkan bahwa gagasan turnamen ini muncul dari kesamaan visi antara pengelola dan pemain.

​“Latar belakangnya sederhana, karena saya sebagai owner lapangan dan teman-teman dari komunitas Padel&Chill sama-sama antusias dengan padel. Olahraga ini lagi happening banget, dan kami ingin memfasilitasi antusiasme itu lewat turnamen yang serius dan berkualitas,” ungkap Michael di sela-sela keriuhan pertandingan.

​Animo Tinggi, Puluhan Peserta Terpaksa Gigit Jari

​Saking tingginya animo masyarakat, panitia bahkan harus melakukan seleksi ketat. Meski didominasi oleh local heroes asal Bandung, tak sedikit pula peserta yang sengaja datang dari Jakarta demi mencicipi atmosfer kompetisi di Kota Kembang.

​Ada empat kategori yang dipertandingkan untuk memastikan keadilan bagi semua level kemampuan, yakni ​Lower Bronze Women, ​Bronze 45+, ​Bronze Open dan ​Silver Open.

​Michael mengakui bahwa kapasitas turnamen sebenarnya sudah tidak sanggup menampung gelombang pendaftar yang membludak.

​“Total ada sekitar 108 pasang atau 216 pemain yang bertanding. Sebenarnya yang mendaftar lebih banyak, bahkan ada sekitar 60 pasang yang terpaksa kami tolak karena keterbatasan lapangan dan waktu,” jelasnya lebih lanjut.

​Visi Jangka Panjang dan Ekosistem Ekonomi Kreatif

0 Komentar