LDII Jabar Dorong Peran Strategis Wanita Sebagai Motor Kemandirian Produktif

LDII
pentingnya penguatan peran wanita dalam organisasi LDII sebagai mitra strategis pembangunan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ketua DPW LDII Jawa Barat, H. Dicky Harun, menegaskan pentingnya penguatan peran wanita dalam organisasi LDII sebagai mitra strategis pembangunan umat. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan PPKK DPW LDII Jawa Barat yang digelar, Sabtu (24/1/2026).

Menurut Dicky Harun, peran wanita LDII memiliki posisi yang strategis dan sama pentingnya dengan peran LDII secara kelembagaan. Karena itu, ia mendorong agar ke depan wanita LDII diberi ruang yang lebih luas untuk berkiprah, salah satunya melalui pembentukan badan otonom wanita LDII di tingkat daerah.

“Peran wanita dalam LDII sejatinya sangat strategis, khususnya dalam sektor kewanitaan dan pembangunan umat. Ke depan, hal ini perlu didorong dan diajukan kepada DPD LDII masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga:Keruhnya Sumber Air Baku, Ganggu Layanan Pelanggan Perumda Tirta Raharja Wilayah IV Cimahi dan CisaruaDari Halaman Komik ke Layar, 5 Series Adaptasi yang Berhasil Menarik Perhatian

Ia mencontohkan DPW LDII Jawa Timur yang telah membentuk badan otonom Wanita LDII, serta DPD LDII Kota Cimahi yang lebih dulu menginisiasi pembentukan Wanita LDII di tingkat kota. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jawa Barat.

Lebih lanjut, Dicky Harun berharap kiprah Wanita LDII ke depan mampu bersinergi dengan berbagai mitra strategis, baik pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan Islam lainnya.

Ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dengan organisasi wanita Islam seperti Wanita NU dan Aisyiyah Muhammadiyah.

“Sinergi dan kerja sama lintas organisasi sangat penting demi kemaslahatan umat dan bangsa,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan agar biro atau bagian PPKK benar-benar memberikan nilai tambah dan kemanfaatan nyata bagi warga LDII, khususnya kaum wanita, baik yang belum menikah maupun yang telah berkeluarga.

Pembinaan keharmonisan rumah tangga, peningkatan kapasitas diri, hingga pemberdayaan ekonomi menjadi fokus yang perlu diperkuat.

“Kegiatan PPKK tidak cukup hanya teoritis, tetapi harus lebih banyak bersifat praktik, aplikatif, dan sesuai kebutuhan zaman,” ujarnya.

Baca Juga:3.382 Mahasiswa KKN Unpad 2026 Dilindungi BPJS KetenagakerjaanPegadaian Kanwil X Jawa Barat Sambut Pengalaman Baru di Pegadaian Tring! Digital Lounge

Seiring perkembangan teknologi, Dicky Harun juga mendorong PPKK LDII memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana dakwah dan edukasi. Dengan pengelolaan yang baik, media digital dinilai mampu memperluas jangkauan manfaat program PPKK kepada masyarakat.

0 Komentar