Aplikasi OMC Semakin Jelas Scam, Investor Mulai Sulit Tarik Dana

Aplikasi OMC Semakin Jelas Scam
Aplikasi OMC Semakin Jelas Scam
0 Komentar

Bisa kita lihat di sini bahwa dalam aplikasi ini terdapat sistem jabatan mulai dari asisten magang hingga manajer kota. Untuk posisi asisten magang, disebutkan akan mendapatkan gaji bulanan sebesar Rp450.000, sementara untuk manajer kota bisa mencapai Rp100 juta. Jumlah yang sangat besar, bukan?

Namun, perlu dipahami bahwa uang yang diperoleh ini tidaklah berkah, karena berasal dari hasil penipuan. Dana tersebut berasal dari setoran para anggota (member). Jadi, pada dasarnya, kalian sedang “patungan” untuk membiayai hadiah-hadiah ini.

Bahkan di dalam aplikasi ini ditampilkan pula hadiah-hadiah berupa mobil, motor, dan berbagai barang lainnya. Yang diuntungkan dari sistem ini hanyalah para leader, mereka yang berhasil mengajak banyak orang untuk bergabung. Fokus utama dari aplikasi ponzi seperti ini adalah terus mencari “mangsa” baru agar umur aplikasinya bertahan lebih lama.

Baca Juga:Fitur Minim, Harga Mahal, Ini Rahasia Honda PCX Tetap Laku di PasaranMengapa IPK Tinggi Tak Lagi Jadi Penentu Kesuksesan di Dunia Kerja

Dalam kesempatan ini, saya mencoba mendaftar di aplikasi tersebut. Saya menggunakan nomor sembarangan, dan seperti biasa, kata sandinya harus terdiri dari kombinasi huruf dan angka. Misalnya, saya masukkan kata sandi “sukses”. Untuk aplikasi penipuan seperti ini, biasanya diwajibkan juga untuk memasukkan kode undangan. Jika kita mencoba mendaftar tanpa kode undangan, maka pendaftaran tidak akan berhasil. Ini merupakan salah satu ciri khas dari aplikasi penipuan.

Setelah saya klik “daftar”, ternyata pendaftaran dengan nomor sembarangan tetap berhasil. Tidak ada proses verifikasi identitas atau nomor telepon. Hal ini sudah menjadi tanda bahwa aplikasi ini adalah investasi bodong.

Jika kalian mau berpikir secara logis, modus operandi aplikasi ini sangat tidak masuk akal. Kita hanya diminta memberikan rating pada produk tertentu dan dijanjikan akan mendapatkan uang. Padahal produk-produk yang diberikan rating tersebut adalah merek-merek ternama di dunia. Dari situ saja sudah jelas tidak masuk akal.

Jangan heran pula jika ada “kantor-kantor resmi” yang mereka dirikan. Hal seperti ini sudah menjadi strategi umum aplikasi ponzi sebelumnya, yang digunakan untuk menarik korban-korban baru dan memberi kesan bahwa mereka adalah perusahaan legal dan profesional.

0 Komentar