Masalah utama Yaris Joker bukan hanya pada tampilannya, tetapi juga pada value for money yang ditawarkan. Dengan harga di atas Rp300 juta, konsumen tentu berharap mendapatkan performa dan fitur yang istimewa. Namun pada kenyataannya, Yaris facelift ini masih menggunakan mesin lama dengan spesifikasi yang hampir tidak berubah. Tenaganya tergolong standar dan tidak memberikan sensasi sporty yang seharusnya menjadi ciri khas hatchback.
Interiornya pun terkesan biasa saja. Didominasi material plastik keras dan fitur hiburan yang minim, kabinnya tidak mampu bersaing dengan kompetitor. Jika dibandingkan dengan pesaingnya seperti Honda City Hatchback, Mazda2, bahkan hatchback asal Korea Selatan, Yaris XP150 tertinggal dalam hampir semua aspek: performa, desain, fitur, maupun harga.
Tidak mengherankan jika Yaris facelift ini kurang diminati di pasar. Bagi konsumen yang mencari hatchback dengan performa dan fitur yang sepadan, model ini bukanlah pilihan ideal.
Baca Juga:Kelebihan dan Kekurangan Mobil Jepang di Indonesia, Belajar dari Merek HondaSkandal Chromebook Rp10 Juta Per Unit, Laptop Kentang Harga Sultan dari Proyek Rp10 Triliun
Toyota Vios Generasi Ketiga
Vios generasi ketiga memang banyak dijumpai di jalanan. Namun justru karena popularitasnya sebagai armada taksi, baik dari Blue Bird, Express, maupun instansi pemerintahan, citra mobil ini sebagai kendaraan pribadi menjadi kurang menarik.
Banyak unit bekas Vios yang berasal dari armada taksi dijual kembali di pasar mobil bekas dan dimodifikasi agar menyerupai mobil pribadi. Hal ini membuat konsumen menjadi ragu. Mereka khawatir kondisi mesin sudah aus, kaki-kaki tidak lagi prima, dan sistem kelistrikan sudah mengalami banyak perubahan.
Meski Vios dikenal sebagai mobil yang tangguh dan awet, konsumsi bahan bakarnya tidak sehemat kompetitor, dan performa akselerasinya pun biasa saja. Yang lebih mengecewakan lagi, harga jual bekasnya anjlok drastis, terutama karena stigma “mobil bekas taksi” yang melekat kuat.
Bagi Anda yang mempertimbangkan untuk membeli Vios generasi ketiga dan mengutamakan nilai jual kembali, sebaiknya pikirkan kembali keputusan tersebut. Mobil ini memang andal, tetapi persepsi pasar membuatnya kurang menguntungkan secara jangka panjang.
Toyota Etios Valco
Etios Valco bisa dibilang sebagai salah satu eksperimen gagal Toyota di segmen city car di Indonesia. Mobil ini merupakan produk rakitan India yang kurang sesuai dengan selera pasar lokal.
