Kebun Binatang Bandung Tetap Beroperasi di Tengah Konflik Kepengurusan

Ilustrasi Bandung Zoo : setelah kembali dibuka, Bandung Zoo diserbu para wisatawan yang datang ke Kota Bandung, Minggu (6/7). (Sadam Husen / JE)
Ilustrasi Bandung Zoo : setelah kembali dibuka, Bandung Zoo diserbu para wisatawan yang datang ke Kota Bandung, Minggu (6/7). (Sadam Husen / JE)
0 Komentar

“Kami tidak melakukan perusakan. Kami hanya mengganti akses pintu agar operasional tidak terganggu. Ini rumah kami, dan kami diberi mandat dari Dewan Pembina untuk menjalankan pengelolaan sebagaimana mestinya,” tegas manajemen saat menanggapi isu laporan ke pihak kepolisian atas dugaan perusakan.

Pengunjung Tetap Jadi Prioritas

Di tengah ketegangan internal, pihak manajemen menyatakan bahwa kenyamanan dan keselamatan pengunjung tetap menjadi prioritas utama.

“Kami menutup kebun binatang pada hari Kamis karena saat itu banyak sekali personel keamanan yang bisa mengganggu kenyamanan pengunjung. Tapi sejak Jumat kami buka kembali, dan ternyata respons pengunjung tetap sangat positif. Hari ini pun ramai,” jelasnya.

Baca Juga:Honorer Kurang dari 2 Tahun Terancam Dirumahkan, Pemkot Banjar Terkunci Aturan PusatPembiayaan Kredit Rumah Subsidi Masih Tergantung Mekanisme Bank

Ia juga menegaskan bahwa dualisme kepengurusan ini sama sekali tidak berdampak pada kualitas layanan kepada publik.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan komitmen penuh untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota Bandung. Mereka mengaku siap mengikuti arahan Wali Kota, termasuk menjaga keberlangsungan Kebun Binatang Bandung sebagai aset kota dan pusat edukasi masyarakat.

“Kami dukung penuh arahan Pak Wali. Kami percaya bahwa Kebun Binatang Bandung bukan sekadar lembaga konservasi, tapi juga ikon kota, simbol warisan budaya, dan ruang edukasi yang penting untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Penegasan Posisi dan Harapan Ke Depan

Dalam penutupnya, Petrus menegaskan bahwa seluruh karyawan dan pihak yang bekerja saat ini tetap solid, tunduk pada legalitas akta 41 Tahun 2024, dan siap menjaga keberlangsungan kebun binatang.

“Kami adalah bagian dari yayasan yang sah. Kami punya tanggung jawab moral dan hukum untuk menjaga tempat ini. Kami bukan hanya merawat satwa, tapi juga merawat harapan warga Bandung yang mencintai tempat ini. Kami ingin konflik ini segera selesai dan pengelolaan bisa kembali fokus pada hal-hal yang substansial: edukasi, pelestarian alam, dan budaya.” pungkasnya

Dirinya berharap, pemerintah kota dapat segera turun tangan untuk menengahi konflik dan mengembalikan stabilitas pengelolaan agar tidak berdampak lebih jauh terhadap satwa, pengunjung, dan kelangsungan pelestarian budaya di kawasan konservasi tersebut. (Dam)

Laman:

1 2
0 Komentar