Sudah menjadi rahasia umum bahwa setoran dari para pemilik bisnis judi kerap digunakan untuk membiayai operasi politik atau kegiatan institusi yang tidak dapat menggunakan dana resmi negara. Fenomena ini pula yang menjelaskan mengapa sejumlah pengusaha judi merasa percaya diri tampil di ruang publik, bahkan mendapat panggung dalam acara resmi dan bersanding dengan para pejabat negara.
Apabila pengusutan kasus yang melibatkan Budi Arie Setiadi terus berlanjut, ia tidak seharusnya menanggung kasus ini sendirian. Sebagai mantan aktivis yang dulu lantang menyuarakan keadilan, Budi Arie semestinya bersikap tegas dan berani menyebut nama-nama pejabat maupun politisi lain yang turut terlibat.
Sebelumnya, kepada awak media, ia telah mengisyaratkan keterlibatan seorang menteri dan partai politik yang disebutnya “menggoreng” kasus ini. Langkah selanjutnya adalah membuka nama-nama lain, terutama mereka yang diduga menggunakan dana hasil judi online untuk kepentingan pemenangan dalam pemilihan umum.
Baca Juga:PHK Bukan Satu-satunya, Ini 8 Alasan Karyawan Kehilangan Pekerjaan17 Koin Kuno Paling Langka dan Mahal yang Diburu Kolektor Uang di Dunia
Jika memang judi online telah melibatkan begitu banyak pihak di lingkar kekuasaan, maka penegakan hukum tidak boleh berhenti pada satu orang. Untuk memberantas judi online, tidak cukup mengorbankan satu orang. Karena ini adalah skema sistemik, mati satu, mati semua.
