JABAR EKSPRES – Tarif bahan bakar minyak (BBM) non subsidi kembali mengalami kenaikan, ini menyebabkan masyarakat mulai berpikir untuk beralih ke transportasi umum (transum).
Namun demikian, sejumlah masyarakat juga menilai, penggunaan transportasi umum dapat menghabiskan waktu yang cukup banyak untuk berpergian dari satu tempat ke tempat lainnya.
Seperti Endar (26), warga Bogor itu mengaku prihatin dengan kenaikan tarif BBM non subsidi. Pasalnya dia menilai, peningkatan harga BBM tersebut akan berpengaruh terhadap pendapatan ke depannya.
Baca Juga:Manajemen RSUD Cibabat Disorot Usai Kematian Pasien BPJS, Dirut Klaim Sudah Sesuai SOPPelayanan Amburadul, Wali Kota Cimahi Ancam Evaluasi Manajemen RSUD Cibabat
Ia menambahkan, tidak semua kendaraan bisa beralih terhadap BBM bersubsidi dengan pertimbangan BBM nonsubsidi masih berpengaruh baik untuk kualitas mesin.
“Tidak semua kendaraan bisa beralih ke subsidi bila menggunakan nonsubsidi masih berpengaruh baik terhadap kualitas mesin,” kata Endar, pada Rabu (2/7/2025).
Menyiasati hal itu, ia mulai berpikir untuk menggunakan transportasi umum dan mengkaji pengeluaran tiap harinya.
Pengkajian pengeluaran itu, kata Endar, sebagai bahan pertimbangannya lebih lanjut karena dia lebih banyak menghabiskan waktu kerjanya bertemu dengan klien di tempat yang berbeda.
Kendati begitu, waktu tempuh menggunakan transportasi umum itu juga menghabiskan waktu yang lumayan lama.
Endar mengungkapkan, penggunaan kendaraan umum pada hari tertentu yang menurut dia tidak ramai.
“Strategi khusus mungkin menggunakan kendaraan umum tentunya, dan perlu menelaah day per day nya dikarenakan saya sendiri kerja lebih banyak meeting di lapangan, namun akan memakan waktu sangat banyak,” jelas dia.
“Kemungkinan bisa naik transportasi umum, cuman di waktu tertentu mungkin di hari rabu dan kamis yang dimana tidak terlalu ramai menurut saya,” sambungnya.
Baca Juga:Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Kertajati Anjlok?DOB Cirebon Timur Tinggal Kesimpulan, Perluasan Cimahi Dibahas DPRD Jabar
Senada dengan Endar, Reza (24) menutur, penggunaan transportasi umum terbilang cukup rutin untuk mengakali kenaikan BBM nonsubsidi.
Dia menjelaskan, adanya kenaikan BBM nonsubsidi tersebut semakin memprioritaskan penggunaan transportasi umum karena dinilai lebih hemat dan ramah lingkungan.
“Dengan adanya kenaikan harga BBM nonsubsidi, saya semakin memprioritaskan penggunaan transportasi publik karena lebih hemat dan ramah lingkungan. Selain itu, saya juga lebih memperhatikan waktu keberangkatan dan memilih rute yang efisien untuk menghindari kepadatan,” tutur Reza.
