Alasan Dedi Mulyadi Ganti Nama RSUD Al Ihsan jadi Welas Asih

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan) bersama Walikota Bandung Muhammad Farhan (kiri) dan Founder Susi Air Susi Pudjiastuti (tengah) saat menghadiri inagurasi penerbangan perdana pesawat Caravan milik maskapai Susi Air tujuan Bandung-Yogyakarta di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu (2/7). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan) bersama Walikota Bandung Muhammad Farhan (kiri) dan Founder Susi Air Susi Pudjiastuti (tengah) saat menghadiri inagurasi penerbangan perdana pesawat Caravan milik maskapai Susi Air tujuan Bandung-Yogyakarta di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu (2/7). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jabar Dedi Mulyadi punya alasan khusus untuk mengganti nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih. Ia juga ingin RSUD itu setara dengan RSUP Hasan Sadikin.

Dedi Mulyadi menuturkan, nama Welas Asih itu dinilai lebih dekat dengan masyarakat Sunda ataupun Jawa Barat khususnya. “Lebih dekat, dengan kalimat yang lebih bisa dipahami masyarakat,” katanya saat dijumpai di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Rabu (2/7)

Pria yang akrab disapa KDM itu melanjutkan, alasan lain adalah karena memori panjang dari rumah sakit tersebut. “Al Ihsan kan ada memori panjang. Tidak usah disebutin (memori itu.red). Kami ingin bangun dengan brand baru,” bebernya.

Baca Juga:Serunya Push Bike Event di FOX LITE Hotel majalaya! Anak-anak Berkompetisi dengan Ceria dan Penuh SemangatBukan Wacana! Ini Pengusul Pemekaran Provinsi Jawa Barat, Ada Usulan Ganti Nama Juga

Menurut KDM, pergantian nama itu hanya persoalan administratif. Artinya tidak perlu sampai keluar anggaran besar. “Hanya ganti nama. Cukup dengan SK. Tidak ada kaitan dengan anggaran,” cetusnya.

Namun KDM juga menegaskan bahwa RSUD itu bukan sekedar ganti nama. Pihaknya ingin meningkatkan kualitas dari rumah sakit yang ada di Kabupaten Bandung tersebut.

Peningkatan itu mulai dari pelayanan hingga persoalan sarana dan prasarana yang ada di dalam rumah sakit. “Kami ingin sekelas (Rumah Sakit.red) Hasan Sadikin,” cetusnya.

Ahli Hukum Pertama RSUD Al Ihsan, Zidney Fahmidyan sempat mengungkapkan, perubahan nama ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Gubernur yang telah ditetapkan pada 19 Juni 2025. Kini proses rebranding sudah mulai berjalan meskipun plang nama Rumah Sakit belum berganti. “Sekitar 30 persen lah,” katanya.

Zidney mengungkapkan, alasan pergantian nama dari Al Ihsan ke Welas Asih adalah untuk menyesuaikan dengan semangat baru rumah sakit, yakni menggambarkan kearifan lokal Sunda tanpa meninggalkan akar nilai Islam.

“Dulu nama Al Ihsan itu sudah dipakai sejak 1995, latar belakangnya memang kuat secara keislaman. Tapi sekarang, arahan dari Pak Gubernur adalah mengangkat nilai budaya Sunda. Nama Welas Asih itu diambil dari nilai-nilai kasih sayang, yang sejatinya tetap bersumber dari Asmaul Husna, Ar-Rahman dan Ar-Rahim,” kata Zidney.

Rencana rebranding ini ditargetkan rampung sepenuhnya dalam tahun ini. Saat ini, sebagian besar elemen visual rumah sakit masih menggunakan nama RSUD Al Ihsan, namun Zidney menegaskan jika perubahan akan dilakukan secara bertahap.(son)

0 Komentar