Cara Penipuan Tiket Konser Menyasar Rekening dan KTP Anda

Cara Penipuan Tiket Konser
Cara Penipuan Tiket Konser
0 Komentar

JABAR ESKPRES – Ramainya perhelatan konser musik di Indonesia turut mengungkap sisi gelap penyalahgunaan data pribadi dalam praktik penipuan jual beli rekening. Modusnya, para pelaku menggunakan rekening dan identitas milik orang lain untuk menjual tiket palsu melalui media sosial. Bagi para korban, bukan hanya konser yang gagal mereka saksikan, tetapi uang hingga jutaan rupiah pun raib begitu saja.

Lalu, bagaimana cara para penipuan tiket konser ini bekerja? Ke mana uang tersebut mengalir?

Cara Kerja Penipuan Tiket Konser

Penelusuran berawal dari banyaknya indikasi penipuan tiket konser melalui media sosial, salah satunya melalui platform X (dahulu dikenal sebagai Twitter).

Baca Juga:Galbay Jadi Isu Serius Jelang Ancaman Perang Dunia III, Utang Pinjol Tembus Rp80 TriliunDetik-Detik Evakuasi Juliana Marins, Pendaki Brasil yang Tewas di Rinjani

Contoh kasus penipuan tiket konser boyband asal Korea bernama SEVENTEEN, yang menggelar konser di Jakarta pada 8 hingga 9 Februari 2025. Salah satu korban mengunggah informasi lengkap terkait identitas terduga pelaku, sebut saja “Maya”. Dalam unggahan tersebut, terlihat dengan jelas identitas berupa KTP dan foto Maya, serta bukti-bukti transaksi ke rekening atas nama yang sama.

Berdasarkan temuan itu, tim kemudian menelusuri alamat yang tertera di KTP. Ternyata, pemilik identitas tersebut hanyalah seorang siswi sekolah menengah atas (SMA) yang tinggal di sebuah gang sempit di tengah Kota Jakarta.

Titik terang mulai terlihat setelah Maya mengaku bahwa kakaknya pernah menjual rekening bank, identitas, serta foto KTP miliknya kepada seseorang berinisial MHD, dengan harga Rp200.000. Hal itu dilakukan karena kondisi keuangan keluarga yang sedang terdesak.

“Waktu itu, mama lagi usaha dagang. Kakak juga bantu-bantu, lalu dia pakai KTP aku. Terus, karena butuh uang, dia kasih akun BRImo aku ke temannya. Temannya itu ngasih uang. Awalnya nggak ada masalah,” ungkap Maya.

Namun, situasi berubah ketika muncul pemberitaan di platform X tentang penipuan tiket konser yang menggunakan data milik Maya. Ia mengaku tidak memiliki akun X dan sama sekali tidak tahu bahwa identitasnya telah disalahgunakan.

“Awal Januari, teman sekelas aku ngabarin kalau KTP aku dipakai buat nipu tiket konser. Aku nggak tahu apa-apa. Pas dengar itu, aku nangis karena takut,” katanya.

0 Komentar