JABAR EKSPRES– Momentum Ramadan dimaknai sebagai waktu yang tepat bagi masyarakat untuk menjalani bulan suci dengan lebih tenang, terencana, dan penuh makna. Melihat kebutuhan tersebut, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance menghadirkan rangkaian program bertajuk “Jalani Ramadan dengan Tenang Bersama Adira”, yang mencakup solusi mobilitas, finansial hingga perencanaan ibadah.
Program tersebut sekaligus didukung oleh kinerja bisnis perusahaan yang solid sepanjang 2025. Capaian ini menjadi fondasi bagi Adira Finance untuk terus menghadirkan layanan pembiayaan yang relevan, bertanggung jawab, serta berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam acara buka puasa bersama media yang digelar di Semaja beberapa waktu lalu, Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila mengatakan bahwa Ramadan merupakan momentum penting bagi perusahaan untuk menghadirkan pertumbuhan yang tidak hanya sehat dari sisi bisnis, tetapi juga memberikan nilai bagi masyarakat.
Baca Juga:TelkomGroup Gandeng F5: Solusi AI-secure Connectivity melalui Data Center untuk Ekosistem Digital IndonesiaKabar Gembira dari Bupati Kang DS: SK Mendikdasmen Terbit, Honor Guru P3K PW Dapat Bersumber dari Dana BOSP
“Ramadan adalah momentum ketika kebutuhan masyarakat meningkat, baik untuk mobilitas, konsumsi, maupun perencanaan ibadah. Sebagai perusahaan pembiayaan, peran kami bukan hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan ketenangan melalui solusi yang lebih terencana dan bertanggung jawab. Bagi Adira, pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang berjalan seiring dengan nilai dan manfaat yang kami berikan kepada masyarakat,” ujar Made.
Kinerja 2025 Tumbuh Positif
Sepanjang 2025, Adira Finance mencatatkan kinerja yang menunjukkan pertumbuhan positif. Perusahaan membukukan pembiayaan baru sebesar Rp43,2 triliun, meningkat 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, total piutang pembiayaan yang dikelola juga naik 13 persen menjadi Rp63,4 triliun, mencerminkan kepercayaan konsumen yang tetap terjaga.
Dari sisi profitabilitas, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp12,1 triliun dengan laba bersih mencapai Rp1,5 triliun. Kualitas aset pun tetap terkendali dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) yang membaik ke level 2,0 persen.
Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani menyebutkan bahwa fundamental bisnis yang kuat menjadi bekal penting bagi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus menghadirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kinerja 2025 mencerminkan ketahanan model bisnis Adira dalam menghadapi dinamika pasar. Likuiditas tetap terjaga, kualitas pembiayaan terus membaik, dan pengelolaan risiko dijalankan secara disiplin. Sejalan dengan proyeksi industri multifinance yang diperkirakan tumbuh 6–8%, kami melihat peluang pertumbuhan yang tetap terbuka di 2026. Fondasi inilah yang membuat kami optimistis menyambut 2026 dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Sylvanus.
