Belum Ada Kasus di Cimahi, Virus Hanta Tetap Jadi Perhatian Serius Dinas Kesehatan

Belum Ada Kasus di Cimahi, Virus Hanta Tetap Jadi Perhatian Serius Dinas Kesehatan
Ilustrasi sejumlah tikus berusaha memasuki rumah. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Meningkatnya kekhawatiran atas penyebaran virus Hanta menyusul kasus warga Bandung Barat yang terinfeksi, mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi bergerak cepat mengingatkan masyarakat soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Virus ini ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, dan dinilai berpotensi menyebar di kawasan padat seperti Cimahi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Cimahi, Moh. Dwihadi Isnalini menegaskan, virus Hanta tidak bisa dipandang sebelah mata. Meski belum ditemukan kasus di Cimahi, kewaspadaan harus tetap dijaga.

Baca Juga:Memanas! Ridwan Kamil Resmi Gugat Balik Lisa Mariana ke PN BandungKecam Pesta Gay di Bogor, MUI Jabar minta APH Bertindak Tegas!

“Virus hanta ini ditularkan dari hewan pengerat, seperti tikus, melalui kontak dengan urin, feses, air liur, atau gigitan. Karena Cimahi ini berdekatan (dengan Bandung), maka isu ini juga menyangkut kebersihan lingkungan,” jelas Dwihadi saat dikonfirmasi Jabar Ekspres via WhatsApp, Kamis (26/6/2025).

Menurut Dwihadi, musim hujan menjadi periode krusial. Tikus-tikus dari selokan atau got bisa masuk ke rumah warga untuk mencari tempat yang kering dan makanan.

“Biasanya saat banjir, sarang-sarang tikus terdampak, mereka keluar dan mencari tempat lain. Bahayanya bukan cuma virus Hanta, tapi juga leptospirosis,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga lingkungan rumah tetap bersih dan tertutup. Sampah dapur harus segera dibuang, makanan disimpan dalam wadah tertutup, serta rumah dibersihkan secara berkala agar tidak menjadi sarang tikus.

“Jangan sampai ada makanan yang dibiarkan terbuka di dapur atau di atas meja. Gunakan lemari penyimpanan, dan pastikan rumah tidak punya celah atau lubang yang bisa dimasuki tikus,” tambahnya.

Gejala virus Hanta kerap menyerupai penyakit lain seperti flu. Dwihadi menyebut, gejala awal meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot di punggung, paha, atau pinggul, dan tubuh terasa lemas. Yang membedakan, menurutnya, adalah gejala khas berupa kulit dan tubuh yang tampak menguning.

“Kalau ada gejala seperti itu, lebih baik langsung ke fasilitas kesehatan. Jangan tunda-tunda, apalagi hanya mengandalkan obat warung,” tegas Dwihadi.

Baca Juga:Antisipasi Kecurangan SPMB, Disdik Cimahi Awasi Ketat Koordinat Domisili PesertaDaya Tampung Sekolah Negeri di Cimahi Terbatas, Dinas Pendidikan Dorong Orang Tua Pertimbangkan Sekolah Swasta

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan pelindung saat membersihkan area yang kemungkinan terpapar kotoran tikus.

“Kalau sedang bersih-bersih dan mencium bau khas urin tikus, sebaiknya gunakan sarung tangan dan masker. Karena kontak tidak langsung pun bisa berisiko,” ungkapnya.

0 Komentar