JABAR EKSPRES – Film The Ambush A.K.A Al Kameen yang akan tayang di Bioskop Trans TV malam ini Rabu, 7 Januari 2026.
The Ambush disutradarai oleh Pierre Morel, serta ditulis oleh Brandon Birtell dan Kurtis Birtell yang dirilis pada tahun 2021.
Film The Ambush dibintangi oleh Omar Bin Haider, Marwan Abdullah, Mohammed Ahmed, Mansoor Al-Fili, serta aktor kenamaan lainnya.
Baca Juga:Tempat Jual Beli Uang Kuno Indonesia di Bandung 2026 Harga Jual Mulai dari Rp1 JutaanUpdate KUR Mandiri 2026 Terlengkap Pinjaman Rp10 – Rp500 Juta, Begini Cara Ajukan Terbarunya
Sinopsis film The Ambush menceritakan tentang ketika tiga tentara Emirat disergap di wiliyah musuh, komandan mereka memimpin misi berani untuk menyelamatkan mereka.
Film The Ambush atau dikenal juga dengan judul Al Kameen merupakan film perang aksi yang diangkat dari kisah nyata operasi militer Uni Emirat Arab (UEA).
Film ini menyajikan ketegangan luar biasa, emosi mendalam, serta semangat pengorbanan prajurit di medan perang yang brutal.
Berlatar konflik bersenjata pada tahun 2018, The Ambush menyoroti perjuangan tentara UEA dalam misi kemanusiaan yang berubah menjadi pertaruhan hidup dan mati.
Sinopsis Film The Ambush
Kisah The Ambush dimulai pada musim dingin 2018, ketika pasukan militer Uni Emirat Arab dikerahkan untuk menjalankan misi bantuan di wilayah konflik.
Di Pangkalan Mocha, suasana dipenuhi semangat dan harapan. Para prajurit menantikan selesainya misi dan kepulangan mereka ke tanah air.
Tiga tentara Emirat—Ali, Bilal, dan Hindasi—menjadi tokoh utama dalam film ini. Mereka adalah prajurit terlatih yang sedang menjalani patroli rutin terakhir sebelum kembali ke pangkalan.
Baca Juga:10 Uang Koin Kuno Paling Diminati Kolektor Tahun 2026 dengan Harga Puluhan Juta!Deretan 5 Bansos Cair Januari 2026: Begini Cara Daftar, Syarat, dan Cek Bansos
Tidak ada tanda-tanda bahaya yang mencurigakan, hingga perjalanan mereka membawa ketiganya melewati sebuah ngarai sempit yang sunyi dan berbahaya.
Penyergapan Mematikan di Ngarai
Tanpa peringatan, Ali, Bilal, dan Hindasi disergap oleh kelompok militan bersenjata berat. Posisi mereka sangat tidak menguntungkan.
Ngarai sempit membuat ruang gerak terbatas, sementara musuh memiliki posisi strategis dan persenjataan yang lebih unggul.
Dalam hitungan menit, situasi berubah drastis. Ketiganya terluka, kehabisan amunisi, dan yang paling parah, terputus dari komunikasi.
Tidak ada bantuan yang bisa segera dipanggil. Dalam kondisi terjebak, mereka harus bertahan dengan sisa tenaga, keberanian, dan solidaritas sebagai sesama prajurit.
