Sopyan menambahkan, prinsip normatif ini juga berlaku bagi penerimaan siswa di tingkat sekolah dasar (SD). Ia memastikan proses seleksi berlangsung adil demi melahirkan generasi berkualitas.
“Artinya normatif, seadil-adilnya. Sehingga lahir putra-putri terbaik yang berkualitas dan betul-betul masuk secara benar dan adil. Termasuk SD, ya,” pungkasnya.
Dalam suasana SPMB yang kerap menimbulkan ketegangan dan keluhan dari masyarakat, komitmen untuk menjaga integritas proses menjadi sorotan penting.
Baca Juga:Wilujeng Sumping ala Persib, Dua Pemain Asing Disambut Mobitron Keliling BandungMedan Curam dan Cuaca Buruk, Evakuasi Korban Hilang di Gunung Salak Terkendala
Sopyan menegaskan, baik eksekutif maupun legislatif bersatu dalam menjaga kredibilitas sistem penerimaan murid baru di Kota Cimahi.
“Kami betul-betul menjaga integritas SPMB tahun ini, dan seluruh stakeholder menghormati fakta integritas yang sudah ditetapkan,” tutupnya.
Sebelumnya, diberitakan adanya peristiwa ini memantik kegelisahan dan rasa kecewa di tengah para orang tua serta calon peserta didik yang terdampak.
Salah satu kasus mencolok dialami salah satu calon pelajar yang mendaftar ke SMP Negeri 2 Cimahi melalui jalur prestasi. Saat pengumuman hasil seleksi dirilis pada sore hari, namanya sudah tercantum sebagai salah satu siswa yang diterima.
Namun situasi berubah tak terduga. Pada malam harinya, status penerimaan siswa tersebut cukup mendadak berganti menjadi tidak lolos seleksi.
“Ya jelas kecewa, awalnya sudah dinyatakan lolos tapi setelah dicek kembali ternyata tidak diterima. Aneh juga, padahal proses SPMB ini katanya berbasis online,” ujar Galih, saudaranya, saat dikonfirmasi pada Kamis, 19 Juni 2025. (Mong)
