Desa Sukamulya Berubah Wajah, Kini Jadi Destinasi Estetik di Ciamis

Desa Sukamulya Berubah Wajah, Kini Jadi Destinasi Estetik di Ciamis
Pengunjung berfoto di area taman di jalan Desa Sukamulya Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Jalan desa ini memiliki keunikan berkat gotong royong warga hingga menjadi spot wisata. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Desa Sukamulya di Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini ramai diperbincangkan. Desa yang biasanya identik dengan jalan sempit dan bangunan sederhana itu berubah total. Kini, desa tersebut tampil estetik layaknya kawasan wisata modern.

Jalanan desa terlihat mulus dan tertata rapi. Di beberapa sudut berdiri halte bergaya modern, papan penunjuk arah berbahan besi, hingga ruang terbuka hijau. Suasana kampung terasa berbeda dari desa pada umumnya. Tak sedikit warga luar daerah yang datang hanya untuk berfoto dan menikmati suasana.

Lokasi Desa Sukamulya berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Ciamis. Meski berada di kawasan pedesaan, tempat ini berubah menjadi destinasi favorit warga saat libur panjang maupun akhir pekan.

Baca Juga:Diduga Korsleting Listrik, Pom Mini dan Toko Beras di Ciampea Ludes TerbakarSebulan Buron, Tersangka Tawuran Tewaskan Pelajar di Dramaga Bogor Dibekuk Polisi

Salah satu ikon yang paling mencuri perhatian adalah terowongan rangka besi yang membentang di tengah jalan desa. Spot tersebut menjadi latar favorit wisatawan untuk berswafoto. Banyak pengunjung mengaku penasaran setelah melihat suasana desa itu viral di media sosial.

Di sepanjang jalan desa, pengunjung juga menemukan taman-taman kecil dengan ornamen tabung besi. Ada area duduk santai dan ruang bermain anak. Nuansa hijau dan bersih membuat suasana terasa nyaman untuk berjalan santai bersama keluarga.

Usut punya usut, wajah estetik Desa Sukamulya dibangun secara gotong royong oleh komunitas warga. Terdapat komunitas Replika atau Remaja Peduli Kampung Halaman yang beranggotakan para pengusaha asal desa setempat. Selain itu, ada komunitas Gaspol atau Gerakan Anak Sukamulya Opsih Lingkungan.

Selain jembatan estetik Gaspol, kawasan yang mulai ramai dikunjungi adalah Taman Bunga Suta. Pembangunannya memang belum sepenuhnya selesai. Namun tempat ini sudah dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan.

Pengunjung berdatangan menggunakan sepeda motor hingga rombongan odong-odong. Mereka tampak sibuk berfoto di pinggir jalan dengan latar tembok bercorak batu alam yang menyerupai kawasan wisata modern.

Di sekitar lokasi, hamparan kebun durian yang masih hijau menjadi daya tarik tersendiri. Sejumlah pedagang kaki lima ikut meramaikan kawasan tersebut. Mereka menjajakan jajanan seperti cilok, es cendol, hingga camilan khas kampung.

0 Komentar