Cimahi Komitmen Lestarikan Budaya: Aksara Sunda Siap Diterapkan di Sekolah dan Ruang Publik!

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana Komitmen dalam Pelestarian Budaya Sunda di Kota Cimahi (Mong)
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana Komitmen dalam Pelestarian Budaya Sunda di Kota Cimahi (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya pelestarian budaya lokal kembali digencarkan Pemerintah Kota Cimahi. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan pentingnya pendidikan budaya Sunda, khususnya pengenalan dan pelatihan Aksara Sunda di kalangan pelajar.

Inisiatif ini digalakkan melalui ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional 2025 yang digelar di SMP Negeri 2 Cimahi pada Selasa (24/5/25).

Ngatiyana menyoroti pentingnya penguatan nilai-nilai budaya daerah sejak dini, terutama di kalangan siswa SD dan SMP.

Baca Juga:Pengamat Teriak! Akses ke BIJB Kertajati Masih Jadi Masalah SeriusLawan Tambang Ilegal di Bandung Barat! HP2MT Siap Berdiri di Garis Depan

“Yang intinya bahwa sekolah mengadakan yaitu Lomba Seni dan Sastra, yang mana di sini diadakan suatu kegiatan yaitu kepada anak-anak sekolah tingkat SD dan SMP yang diperakarsai oleh Disdik Kota Cimahi yaitu Festival Lomba Seni dan Sastra Nasional tahun 2025,” ujar Ngatiyana saat ditemui dalam acara penetapan cagar budaya kota Cimahi Puskhub jalan Kartini, Baros, Cimahi Tengah, Rabu (26/5/25).

Ia menyambut positif kegiatan yang berlangsung satu hari itu dan mengapresiasi keterlibatan seluruh sekolah negeri di Kota Cimahi.

“Alhamdulillah hari ini semua kumpulan ada di sini, yaitu untuk SMP Negeri dan SD Negeri semuanya. Satu hari dalam perlombaan bisa selesai ya,” ujarnya.

Festival ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media untuk menumbuhkan minat dan bakat siswa dalam bidang seni dan sastra, sekaligus sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Sunda.

“Ini adalah salah satunya untuk mencari bakat-bakat anak-anak kita semua di bidang seni, sastra, dan budaya,” lanjutnya.

Lebih jauh, Ngatiyana mengusulkan agar pembelajaran Aksara Sunda dimasukkan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. Ia menilai, selama ini pelajaran tentang Aksara Daerah cenderung terabaikan dan perlu mendapat porsi lebih dalam pendidikan.

“Yang saya titipkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan para Kepala Sekolah agar disisipkan waktu satu jam atau dua jam mungkin dalam satu minggu, salah satunya adalah ekstra kurikuler tentang pembelajaran Aksara Daerah atau huruf Aksara Sunda yang selama ini kurang diperhatikan. Saya mohonkan anak-anak kita bisa kembali menulis huruf Sunda atau Aksara Sunda,” tegasnya.

Baca Juga:1.488 Warga Banjar Kehilangan BPJS! Fraksi PKS Nilai Alasannya Prematur dan Berbahaya!Vonis 5,6 Tahun Penjara! Mantan Sekda Bandung Ema Sumarna Terbukti Bersalah

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah tokoh budaya lokal telah bertemu dan menyatakan dukungan untuk menghidupkan kembali penggunaan Aksara Sunda di ruang-ruang publik.

0 Komentar