Lokasi strategis sebagai pintu gerbang selatan Jawa Barat menjadi keunggulan utama, didukung fokus Pemkot menjadikan Banjar kota agropolitan berbasis pertanian organik, udang galah, dan peternakan kambing PE. Kepala Dinas UMKM Kota Banjar Sri Sobariah mengakui dua tantangan krusial di antaranya keterbatasan sumber daya alam dan kesiapan SDM. “Investor memerlukan tenaga terampil yang sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.
Untuk menarik investasi, Pemkot meluncurkan sejumlah terobosan. Penyederhanaan birokrasi melalui DPMPTSP dan pemanfaatan sistem Online Single Submission (OSS) menjadi prioritas. “Kami gencar bimbingan teknis agar UMKM mudah mengurus NIB,” ujar Kepala DPMPTSP Kota Banjar, Mamat Rahmat.
Promosi potensi agropolitan dan jaminan keamanan bagi investor juga digalakkan, diiringi pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan dan listrik. Kota Banjar menawarkan peluang investasi di tiga sektor unggulan yakni agropolitan (pertanian organik, agroindustri), perdagangan/jasa (logistik, retail), serta properti dan infrastruktur. “Kami menjamin kepastian hukum dan pelayanan prima melalui PTSP,” tegas Mamat.
Baca Juga:Peringati HUT ke-24 Cimahi, Wali Kota: Saatnya ASN Bangun Semangat BaruWamendagri: Banyak Kepala Daerah Curhat, Rapat di Hotel Kini Diizinkan Lagi
Sementara Data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Banjar menunjukkan korelasi erat antara investasi dan penyerapan tenaga kerja. TPT sempat melonjak ke 6,73% (2020) akibat pandemi, tetapi turun konsisten menjadi 5,43% (2023) seiring pemulihan investasi. “Kenaikan tipis ke 5,44% di 2024 menjadi peringatan agar iklim investasi tetap dijaga,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Banjar, Sunarto.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) kembali memicu perhatian publik usai menyebut Kota Banjar sebagai daerah ‘paling ripuh’ (paling sengsara) se-Jawa Barat, sementara Kabupaten Pangandaran dinilainya ‘setengah sekarat’ dan Purwakarta setengah kaya. Pernyataan itu disampaikan KDM dalam sambutan acara Komitmen Bersama Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Jabar dengan KPK Bidang Pencegahan dan BPKP di Bale Pakuan Bandung, belum lama ini.
“Kota anu paling ripuh di Jawa Barat yaitu Kota Banjar. Tepuk tangan buat karipuhnya. Kota Banjar ini harus kita bantu,” ujar KDM dalam video yang viral di media sosial.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Banjar H. Sudarsono memberikan penjelasan pada Senin (9/6/2025). Ia menegaskan pernyataan Gubernur disampaikan dalam konteks humor saat acara resmi, bukan kritik mendalam. “Itu hanya guyonan. Pak Gubernur mendapat masukan dari TikTok-nya bahwa warga Banjar banyak curhat soal pembangunan di era kepemimpinan saya,” kata Sudarsono.
